"Politik punya potensi meruwetkan situasi kalau belum waktunya masuk sudah masuk," ujar Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat (PD) Andi Mallarangeng.
Hal itu disampaikan Andi dalam diskusi Polemik Trijaya, di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Sabtu (8/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"2 atau 3 tahun lagi lah, 2012 Atau 2013. Kasihlah kesempatan pada pemerintah. Kalau sekarang belum waktunya masuk, masih saja," kata Andi.
Sementara pengamat politik dari Sugeng Sarjadi Syndicate, Sukardi Rinakit mengatakan, ibarat kartun Tom and Jerry, parpol tahun 2010 kemarin sudah saling mengejar dan menyandera. Tahun ini pergerakan parpol makin ganas.
"Kalau tahun 2010 saling mengunci dan menyandera, tahun 2011 saling menerkam. Belum saling membunuh. Tahun 2014 itu mungkin sudah saling membunuh," katanya.
Hal tersebut terlihat dari masalah kasus Gayus Tambunan yang identik dengan Golkar. Kemudian kasus pemilihan Miranda Gultom sebagai DGS BI yang identik dengan PDIP. Juga kasus Keistimewaan DIY yang identik dengan PD.
"Kasus ini bisa digunakan parpol untuk saling menyerang," jelasnya.
Yang bisa menyelamatkan dari kondisi seperti itu, menurut Sukardi, ya para aktornya
sendiri. Caranya, dengan menuntaskan kasus yang disebutkan itu tahun ini juga. "Ada 3, Presiden, Parpol dan para aktivis, termasuk pergerakan mahasiswa itu," ujarnya. (ken/ndr)











































