FPDIP: Bangun Gedung yang Biasa Saja, Gedung Serba Guna Cukup

Gedung Baru DPR

FPDIP: Bangun Gedung yang Biasa Saja, Gedung Serba Guna Cukup

- detikNews
Sabtu, 08 Jan 2011 10:43 WIB
FPDIP: Bangun Gedung yang Biasa Saja, Gedung Serba Guna Cukup
Jakarta - Fraksi PDIP sebenarnya setuju-setuju saja dengan rencana pembangunan gedung baru DPR. Namun perencanaan pembangunan gedung baru harus dirombak total. Anggaran yang sebelumnya selangit, harus ditekan.

"Tidak perlu mewah apalagi monumental, rencanakan apa adanya saja. Harus perlu revisi total perencanaannya. Minimalkan anggaran pembangunan yang ada," kata Ketua FPDIP Tjahjo Koemolo dalam pesan singkat kepada detikcom, Sabtu (8/1/2011).

Tjahjo menyadari, gedung baru memang diperlukan mengingat gedung lama sudah tidak bisa lagi menampung para 'penghuni' DPR. Namun tidak perlu yang mewah-mewah apalagi dilengkapi dengan fasilitas wah seperti kolam renang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Gedung serbaguna dewan saya kira lebih baik. Karena perencanaan yang mewah terkabar ada kolam renang segala dan fasilitas lain-lain yang tidak ada hubungan dengan kinerja dewan. PDIP menolak pembangunan dengan perencanaan awal," ujar Tjahjo.

"Ini yang menjadi dasar sikap penolakan perencanaan pembangunan gedung yang alokasi
anggarannya selangit. Kalau ada keberatan masyarakat tentunya keberatan tersebut diterima
DPR bukannya DPR wakil rakyat dan wajib mendengar dan menyerap aspirasi rakyat? DPR perlu terbuka," lanjut pria berkacamata ini.

Sebelumnya Ketua DPR Marzuki Alie mengatakan, rencana pembangunan gedung baru DPR akan tetap diteruskan. Politisi asal Partai Demokrat ini mengklaim, tidak ada satupun pimpinan fraksi yang menolak rencana itu.

Proses pembangunan itu akan dibahas kembali pada masa persidangan III tahun sidang 2010-2011, pertengan Januari. Agar tidak terlalu mendapat protes dari masyarakat, DPR terus berupaya untuk menekan angggaran pembangunan gedung setinggi 36 lantai itu.

Pada awal perencanaan, gedung baru itu diperkirakan menghabiskan dana Rp 1,8 triliun. Kemudian turun menjadi Rp 1,6 triliun saat masyarakat ramai-ramai memprotesnya. Anggaran itu ditekan lagi hingga mencapai Rp 1,3 triliun.

Namun dalam pernyataan terakhir tentang gedung baru, Marzuki berharap anggaran itu bisa ditekan hingga di bawah Rp 1 triliun. Marzuki berharap, anggaran pembangunan gedung baru hanya Rp 800 miliar. (ken/ndr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini