Pemakaman Sudwikatmono menunggu kedatangan puterinya, Martina, yang sedang dalam perjalanan pulang dari Amerika Serikat.
Almarhum Sudwikatmono di belakang layar banyak bergerak di bidang sosial dan budaya. Terutama lewat jalur anaknya, Agus Lasmono, yang juga Ketua Yayasan Seni Rupa Indonesia. Melalui anaknya inilah Pak Dwi, demikian disapa, mendukung gerakan mengajar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerhati film, Ilham Bintang, bahkan menuturkan dunia perfilman Indonesia juga berkabung karena beliau perintis modernisasi bioskop Indonesia dengan mendirikan jaringan 21. Beliau juga memproduksi sejumlah film berkwalitas seperti " Badai Pasti Berlalu".
Sudwikatmono meninggal di RS Mount Elizabeth, Singapura, pukul 06.30 waktu Singapura. Pak Dwi meninggal karena komplikasi gangguan kesehatan.
(van/gah)











































