Beasiswa Pemprov Bengkulu Macet, Alumni UI Galang Dana untuk David

Beasiswa Pemprov Bengkulu Macet, Alumni UI Galang Dana untuk David

- detikNews
Jumat, 07 Jan 2011 18:20 WIB
Beasiswa Pemprov Bengkulu Macet, Alumni UI Galang Dana untuk David
Jakarta - Kesulitan yang dialami David Welkinsond, membuat trenyuh teman-teman dan alumni Universitas Indonesia (UI). Mereka pun menggalang dana untuk membantu mahasiswa yang kesusahan membayar uang kuliah karena beasiswa dari Pemprov Bengkulu tak kunjung turun itu.

"Kita memang mengumpulkan dana untuk membantu David. Kita sebar melalui Twitter," kata Candra, alumni UI, saat berbincang dengan detikcom, Jumat (7/1/2011). Candra merupakan lulusan Ilmu Komunikasi, FISIP, UI pada tahun 2003.

Candra mengatakan, penggalangan dana telah dilakukan sejak dua hari yang lalu. Hingga kini, sudah terkumpul sekitar Rp 8 Juta. "Uang itu sudah kita serahkan ke David. Mungkin uang itu bisa untuk melunasi utang David dan orang tuanya," katanya.

Candra mengatakan, bantuan tidak hanya datang dari alumni FISIP saja. Alumni dari fakultas-fakultas lain, juga ikut membantu untuk meringankan beban mahasiswa asal Provinsi Bengkulu itu.

"Bahkan dari Alumni UNPAD juga ada yang membantu. Kalau nanti bantuan makin banyak, kita mungkin bisa bantu tidak cuma David, tapi mahasiswa yang lain yang membutuhkan," katanya.

David kesulitan membayar uang kuliah di UI karena beasiswa dari Pemprov Bengkulu tak kunjung turung. Per semester, biaya kuliah David mencapai Rp 10 juta. Biaya itu, seharusnya menjadi tanggung jawab Pemprov Bengkulu.

David merupakan mahasiswa UI yang masuk melalui jalur Kerja Sama Daerah dan Industri (KSDI), yang merupakan program kerja sama UI dan daerah. Dengan kerja sama ini, daerah dapat mengirimkan putra daerahnya untuk kuliah di UI tanpa harus mengikuti seleksi reguler.

Namun sayangnya, untuk kasus David, Pemprov Bengkulu mengingkari komitmennya. Sejak awal masuk UI, David sudah kesulitan uang karena Pemprov Bengkulu tidak menggelontorkan beasiswa sebesar Rp 27 juta untuk membayar uang pangkal dan semester I.

Saat itu, Pemprov Bengkulu meminta David dan orang tuanya membayar dengan uang pribadi karena dana belum turun. Pemprov Bengkulu berjanji akan mengganti uang itu, namun hingga kini, setelah dua tahun berlalu, uang itu tidak kunjung diganti.

Masalah belum selesai. Pemprov Bengkulu juga susah untuk menggelontorkan beasiswa per semester yang telah disepakati. Bahkan biaya untuk semester III hingga kini juga belum dibayarkan. Total hak David yang belum dibayarkan oleh Pemprov Bengkulu sekitar Rp 37 juta.

Sebenarnya tidak hanya David saja yang mengalami nasib ini. Sedikitnya ada sekitar enam mahasiswa asal Bengkulu lainnya yang juga bernasib sama. Saat ini, UI sedang mencari solusi untuk masalah David. UI telah mengirimkan surat ke Pemprov Bengkulu, namun hingga kini belum ada respons.

UI siap membantu David untuk mendapatkan hak-haknya. Karena itu, UI juga siap jika harus menempuh jalur hukum untuk masalah David. UI juga menjamin keberlangsungan kuliah David di UI.

(ken/fay)


Berita Terkait