Motor yang hilang adalah Yamaha Mio Soul bernopol AA 2508 AW warna biru milik Agustina, warga Perumahan Panca Arga, Kota Magelang. Saat itu, Agustina dan Patria, yang juga rekan kuliah di Yogyakarta, asyik melihat puluhan rumah tenggelam di Dusun Gempol paska banjir lahar dingin di Kali Putih, Magelang.
Dari infromasi yang dihimpun detikcom, Jumat (7/1/2011), mereka usai kuliah pukul 11.00 WIB ingin melihat banjir dan memarkir motor Yamaha Mio di dekat pintu gerbang Dusun Gempol. Di lokasi ini juga diparkir ratusan motor warga dan termasuk motor wartawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alangkah terkejutnya, pasangan muda mudi tersebut mendapati motor Yamaha Mio tersebut telah raib. Agustina mencoba bertanya-tanya kepada para pengunjung dan juga relawan Posko Bencana Merapi Dusun Gempol namun tidak ada yang tahu.
"Saya sempat mengingatkan Patria agar jangan jauh-jauh dari parkir motor karena takut motor saya hilang. Ternyata motor saya benar-benar hilang," kata Agustina dengan nada sedih, ditemui wartawan di lokasi kejadian, Jumat (7/1/2011).
Menurut Agustina motor tersebut masih relatif baru karena dibeli belum ada setahun dan selama ini digunakan Agustina untuk kepentingan kuliah dan pulang pergi Magelang-Yogyakarta. Teman pria Agustina, Patria mengatakan, sebelum berjalan-jalan motor sudah dikunci stang sehingga seharusnya aman dari pencurian.
"Sudah saya kunci stang, ini kuncinya," kata Patria sambil menunjukkan sebuah kunci sepeda motor.
Keduanya kemudian melaporkan pencurian motor ini ke kantor Polsek Salam. Sementara itu, sejumlah warga yang mendirikan Posko Bencana Merapi di dekat pintu masuk Dusun Gempol mengaku tidak tahu menahu.
Menurut Wakil Koordinator Posko Bencana Merapi Dusun Gempol Dwi Wahyu Sugiarto warga tidak pernah mendirikan parkir pengunjung di sekitar lokasi bencana. Selama ini warga lebih fokus mengurus keamanan harta benda penduduk yang tertimpa musibah.
"Lokasi itu bukan tempat parkir. Kalau pun ada parkir itu parkir umum yang dikelola orang luar bukan korban lahar. Kami mengurus korban lahar saja sudah capek," tegas Sugiarto.
(fay/fay)










































