"Sedang dipersiapkan. Dalam masalah pengaturan jadwal. Kita meminta kesediaan juga Ibu Devina untuk dapat dimintai keterangan," kata Kabagapenum Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Jumat (7/1/2011).
Menurut Boy, keterangan Devina sangat membantu polisi untuk memastikan Gayus memang berada di pesawat saat berangkat ke Singapura. Sebelumnya, Polisi memperoleh bukti manifes dari Air Asia bahwa penumpang bernama Sony Laksono pergi ke Singapura pada 30 September.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Boy mengatakan, pihaknya siap memfasilitasi Devina agar tetap aman dalam memberikan keterangan. "Manakala Devina khawatir atau enggan, dapat menghubungi kita di Humas Mabes Polri," tandasnya.
Gayus telah mengaku kepada polisi bahwa dia pergi ke Macau, Kuala Lumpur, dan Singapura pada akhir September tahun lalu. Pengakuan didapatkan setelah Gayus diperiksa secara intesif oleh polisi. Dia pergi dengan paspor bernama Sony Laksono namun fotonya adalah Gayus yang mengenakan wig dan kacamata.
Menkum HAM Patrialis Akbar menegaskan, semua data identitas yang terdapat di paspor Sony Laksono adalah palsu. Data palsu itu mulai nama, tanggal lahir, tanda tangan kepala imigrasi maupun tanggal penerbitan paspor.
(ape/gun)











































