"Pada tahun ini Indonesia akan menjadi tuan rumah pertemuan 118 Menteri Luar Negeri GNB di Bali. Pertemuan ini sekaligus memperingati 50 tahun berdirinya GNB," kata Menlu Marty M Natalegawa dalam konfrensi pers Refleksi 2010, Proyeksi 2011 di kantornya, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Jumat, (7/1/2010).
Dalam pertemuan akbar tersebut, para Menlu akan mengkaji peran GNB selama 50 tahun terakhir. Serta mencanangkan visi GNB 50 tahun kedepan dalam konteks global yang berubah. Indonesia berkeyakinan GNB tetap mampu memberikan sumbangsih konstruktif dalam memecahkan permasalahan global.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain berperan dalam GNB, Kemlu akan terus berperan aktif dalam proses reformasi proses PBB yang masih terus berjalan. Indonesia meyakini dengan reformasi ini PBB dapat memiliki kapasitas lebih besaf untuk mengemban mandatnya.
"Khusus mengenai reformasi Dewan Keamanan PBB sampai 2010 meskipun proses negosiasi telah menyelesaikan 5 kali putaran namun masih terdapat perbedaan yang tajam antara negara- negara PBB," tandas Marty.
Selain itu kurun 2011 Indonesia juga akan mendorong seluruh pihak baik mitra pembangunan negara maju dan organisasi internasional termasuk lembaga keuangan internasional agar dapat memastikan target pencapaian MDGs di tingkat nasional dapat tercapai. Dalam pertemuan di tingkat menteri kawasan Asia dan Pasifik telah diidentifikasi hal-hal yang perlu terus didorong baik ditingkat nasional hingga global.
"Indonesia senantiasa mendorong terjalinnya kemitraan strategis dan situasi yang kondusif untuk mencapai pembangunan dan kesejahteraan untuk semua," kata Marty.
Dalam kesempatan tersebut, Marty juga menyerahkan Adam Malik Award bagi media yang memberitakan isu- isu luar negeri yang komprehensif dan akurat. Dari media cetak terpilih Koran Kompas, media elektronik terpilih TVRI dan media online terpilih detikcom
"Kami menyampaikan ucapan selamat kepada rekan-rekan media yang tahun ini mendapatkan Adam Malik Award," ujar Marty.
(asp/ken)










































