"Saya sering dengar hujatan, kritik terhadap Paspamres lewat Twitter, SMS, atau radio tentang Paspamres yang dianggap tidak genah atau arogan. Saya minta tidak terganggu dengan komentar atau hujatan itu," kata SBY saat memberikan sambutan dalam acara Hari Bhakti Paspamres ke-65 di Perumahan Paspamres, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, Jumat (7/1/2011).
Menurut SBY, tugas Paspamres penuh suka dan duka. Paspamres dalam mengamankan presiden dan wakilnya serta tamu negara lainnya diatur oleh SOP dan tata tertib (tatib). Namun tatib yang dijalankan Paspamres sering disalahartikan oleh publik. Paspamres kerab disebut arogan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak awal, SBY mengaku sebetulnya tidak mau mendapat pengamanan terlalu ketat. Ia ingin juga bersalaman dengan masyarakat dan melayani warga yang ingin berfoto.
Tidak hanya itu, SBY juga tidak mau setiap ia lewat, jalan ditutup total. SBY berharap arus lalu lintas tetap berjalan seperti biasa tapi tetap aman. Dua hal itulah yang menjadi tantangan Paspamres dalam melaksanakan tugas.
"Ini pun saya tahu saudara mengalami risiko dan persoalan-persoalan tertentu," ujarnya.
SBY kemudian berpesan agar Paspamres juga bersiap menyambut dua event yang akan diselenggarakan di Indonesia yakni ASEAN Summit dan East Asian Summit yang akan digelar tahun ini.
Dalam dua event itu akan banyak tamu-tamu negara asing yang akan diamankan oleh Paspamres. "Ini jadi tugas tersendiri. Pelaksanaan dua event itu harus aman dan harus baik. Jadi siapkan dengan baik," tutup SBY.
(gus/vta)










































