Kemlu: Korban Minta Kasus PRT Diperkosa Menteri Malaysia Distop

Isu PRT Diperkosa Menteri Malaysia

Kemlu: Korban Minta Kasus PRT Diperkosa Menteri Malaysia Distop

- detikNews
Jumat, 07 Jan 2011 11:53 WIB
Kemlu: Korban Minta Kasus PRT Diperkosa Menteri Malaysia Distop
Jakarta - Kasus dugaan TKI Robingah (46) diperkosa menteri Malaysia sebenarnya sudah diketahui Kementerian Luar Negeri sejak 2007. Namun, penanganan terhambat karena korban tidak ingin kasusnya dilanjutkan.

"Saya mendengar, memperhatikan dan membaca laporan mengenai masalah ini. Namun berdasarkan keterangan anggota kami berdasarkan ingatan di tahun 2007, ketika masalah ini ditanyakan, (korban) memilih untuk tidak menindaklanjutinya kepada polisi," kata Menlu Marty Natalegawa usai memberikan pidato tahunan di kantornya, Jalan Pejambon Raya, Jakarta Pusat, Jumat (7/1/2011).

Menurut Marty, Kemlu akan menindaklanjuti masalah apabila ada laporan dari pihak terkait. "Namun setiap permasalahan yang kita hadapi, harus dilandaskan dari laporan yang bersangkutan," tandas Marty.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi masalahnya saat kami klarifikasi, apa duduk perkara dan apa kehendaknya. Dan yang kami dengar 2007, 4 tahun lalu, (dia) memilih tidak mengajukan tuntutan," tutup Marty.

Sementara itu, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) siap memperjuangkan hak-hak Robingah. Dia diduga diperkosa oleh Datuk Rais Yatim, Menteri Komunikasi dan Kebudayaan Malaysia pada 2007.

Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat telah menugaskan Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Jawa Tengah, AB Rochman untuk menemui keluarga korban, di Desa Pagelak RT 3 RW 02, Kecamatan Madukara, Banjarnegara, Jawa Tengah.

"Kita akan tangani kasus ini jika benar dengan mengedepankan pemulihaan hak-hak korban," kata Jumhur di Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, Kamis (6/1) kemarin.

Sementara, Rais Yatim pun dalam pernyataan kepada Kantor Berita milik pemerintah Malaysia, Bernama, membantah keras tudingan itu. "Saya membantah tuduhan perkosaan yang dilakukan empat tahun lalu ataupun tuduhan yang disampaikan oleh penulis liar di internet atau partai politik," kata dia dalam pernyataannya, Kamis (6/1) kemarin.

Kasus dugaan pemerkosaan ini diramaikan salah satu situs berita oposisi Malaysia, Harakah Daily. Harakah mengklaim ada bocoran WikiLeaks terkait hal itu, seperti ditulis seorang blogger Malaysia, Rocky Bru.

Namun diduga itu pelintiran Harakah yang menjadi oposisi Umno. Sebab, Bru tidak menyebut demikian di blognya. Seperti dilansir detikcom dari blognya, yang berjudul 'Wikileaks: Malaysian senior politician and his maid?', Bru mengatakan sejauh ini kasak-kusuk WikiLeaks adalah diskusi antar blogger. Bru yang mantan Pemimpin Redaksi The Malaysia Mail pun belum tahu apakah benar ada bocoran WikiLeaks soal kasus perkosaan ini.

Bru hanya memberikan tautan dokumen lain yang bukan WikiLeaks. Dokumen itu adalah laporan investigasi lembaga pembela hak-hak pekerja asal Indonesia, Migrant Care.

(fay/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini