Polri Didesak Usut Jaringan Mafia yang Ditemui Gayus di LN

Pelesiran ke Macau & KL

Polri Didesak Usut Jaringan Mafia yang Ditemui Gayus di LN

- detikNews
Jumat, 07 Jan 2011 11:26 WIB
 Polri Didesak Usut Jaringan Mafia yang Ditemui Gayus di LN
Jakarta - Roadshow Gayus 'Sony Laksono' Tambunan ke luar negeri disinyalir bukan sekadar jalan-jalan belaka. Ada dugaan jaringan mafia menunggu terdakwa mafia pajak ini di luar negeri. Polri harus mengusutnya.

"Itu penting diungkap. Kita perlu menduga kuat bahwa ada jaringan mafia yang menunggu Gayus di luar negeri dan ada dana besar di situ. Nggak mungkin cuma jalan-jalan, Gayus menempuh risiko besar. Nggak mungkin juga oknum penegak hukum mau membantunya tanpa ada hal besar di balik itu," kata Wakil Ketua Komisi III DPR, Tjatur Sapto Edy, kepada detikcom, Jumat (7/1/2011).

Menkum HAM Patrialis Akbar dan Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo harus mengungkap secara transparan. Apabila ada oknum Imigrasi maupun oknum Kepolisian yang membantu Gayus, harus diberi sanksi administrasi dan sanksi pidana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Usut jaringan Gayus di dalam negeri sehingga dia bisa pergi ke mana-mana. Kedua, jaringan Gayus di oknum polisi, maupun oknum imigrasi.
Kemudian, jaringan Gayus di luar negeri. Saya harap tahun 2011 menjadi tahun penuntasan," ujar politisi PAN ini.

Menurut dia, Kepolisian harus merekonstruksi semua mulai dari skandal Gayus terkait mafia pajak, pengamanan aset Gayus, keluar masuknya Gayus dari tahanan sebanyak 68 kali, dan lolosnya Gayus ke luar negeri.

"Polisi juga perlu bekerjasama dengan Interpol karena tidak mungkin dengan paspor sedemikian rupa Gayus bisa lolos secara prosedur legal dan bisa lolos di imigrasi negara lain. Di sana entah di Macau dan Kuala Lumpur pasti sudah ada yang menunggunya," papar Tjatur.

Selain itu, kata Tjatur, PPATK harus menelusuri aset Gayus di luar negeri. "Semua sudah marah, kita juga marah dengan kasus ini. Jadi, pucuk pimpinan, Menkum HAM dan Kapolri harus bekerja keras lagi mengungkapnya," kata dia.

Pada Selasa (4/1) kemarin, Menkum HAM Patrialis Akbar menyatakan Sony Laksono terbang ke Macau pada 24 September 2010, kembali ke Jakarta 26 September 2010 dan terbang lagi ke Kuala Lumpur 30 September 2010, kemudian ke Singapura. Paspor Sony Laksono memakai foto Gayus mengenakan wig seperti yang terpergok di Bali awal November.

Sony Laksono adalah nama yang digunakan Gayus Tambunan untuk terbang ke Bali pada awal November. Devina, seorang warga Depok, akhir pekan lalu menulis surat pembaca di Kompas bahwa dia melihat pria mirip Gayus Tambunan pada bulan September 2010.

Selama ditahan di Rutan Brimob Kelapa Dua, Gayus disebut-sebut 65 sampai 68 kali keluar masuk sel seusai sidang dengan menyetor sejumlah uang. Praktik kotor ini berakhir setelah kepergiannya ke Bali terkuak. Kini Gayus dipindahkan ke LP Cipinang, sedangkan mantan pengelola Rutan Brimob jadi pesakitan Mabes Polri.

(aan/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini