Rumah Jenderal Polisi di Bogor Dirampok

Rumah Jenderal Polisi di Bogor Dirampok

- detikNews
Kamis, 06 Jan 2011 20:43 WIB
Jakarta - Rumah seorang Jenderal Polisi di Bogor diacak-acak kawanan perampok. Benda berharga dan barang antik pun raib digondol kawanan yang beraksi pada malam hari ini.

Rumah ini milik Direktur Jakarta Centre Law Enforcement Cooperation (JCLEC), Brigjen Polisi Boy Salamudin. Rumah yang ditempati oleh sang ibu, Salamah Nazarudin, ini terletak di Asrama Ksatrian Paspampres Sukasari, Nomor 10 RT 01/03 Kelurahan Lawang Gintung, Kecamatan Bogor Selatan, Bogor.

"Ini rumah kosong sejak beberapa bulan lalu. Ditempati oleh ibu, karena sakit jadi pindah-pindah ke rumah anaknya, pas mau dibuka pintu susah, ternyata dihalangi meja kayu jati, diatasnya ditaruh kaca hiasan, pas dibuka rumah berantakan," ujar adik Boy Salamudin, Susy Iwan saat dihubungi wartawan, Kamis (6/1/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Susy pertama kali diberitahu oleh Edi Sajuli seorang mandor yang dekat dengan keluarga saat hendak membersihkan rumah dengan seorang tukang potong rumput. Setelah diketahui pada pukul 08.15 WIB, Susy langsung melihat rumah kakaknya tersebut dan melaporkannya ke polisi setempat.

"Ada 3 kamar diacak-acak, kasur dan lemari dibongkar. Yang hilang banyak, kaya pindah rumah, sepertinya tidak sehari datang kerumah," tuturnya.

Barang yang hilang di antaranya tiga radio antik dari Bosnia, dua kompresor kulkas, kura-kura dan macan yang semuanya telah diair keraska, guci-guci, Tv 21 inch, tape, DVD, setrika, kompor dan gas. Susy menduga pelaku tidak datang sekali dilihat dari banyaknya puntung rokok yang berserakan di lantai rumah.

"Semua ruangan diacak-acak. Surat-surat juga mungkin hilang tapi saya tidak tahu sudah males lihatnya, sepertinya tidak sekali mereka datang," jelas Susy.

Ketika ditanya mengenai apakah ada dugaan pelaku adalah orang dalam misalnya pembantu, Susy merasa tidak mungkin karena pembantunya sudah lama pindah. Susy tidak bisa memprediksi berapa kerugian yang dialaminya karena banyak barag antik yang tak ternilai harganya.

"Ngga tahu berapa ya. Barang-barang antik itu ngga tahu nilainya berapa," paparnya.

Polisi sudah melakukan olah TKP dan mengambil sidik jari para pelaku."Katanya polisi pernah menangkap perampok di komplek sekitar. Nanti di cek sidik jarinya sama atau tidak," kata Susy. (mpr/mok)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads