Rumah ini milik Direktur Jakarta Centre Law Enforcement Cooperation (JCLEC), Brigjen Polisi Boy Salamudin. Rumah yang ditempati oleh sang ibu, Salamah Nazarudin, ini terletak di Asrama Ksatrian Paspampres Sukasari, Nomor 10 RT 01/03 Kelurahan Lawang Gintung, Kecamatan Bogor Selatan, Bogor.
"Ini rumah kosong sejak beberapa bulan lalu. Ditempati oleh ibu, karena sakit jadi pindah-pindah ke rumah anaknya, pas mau dibuka pintu susah, ternyata dihalangi meja kayu jati, diatasnya ditaruh kaca hiasan, pas dibuka rumah berantakan," ujar adik Boy Salamudin, Susy Iwan saat dihubungi wartawan, Kamis (6/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada 3 kamar diacak-acak, kasur dan lemari dibongkar. Yang hilang banyak, kaya pindah rumah, sepertinya tidak sehari datang kerumah," tuturnya.
Barang yang hilang di antaranya tiga radio antik dari Bosnia, dua kompresor kulkas, kura-kura dan macan yang semuanya telah diair keraska, guci-guci, Tv 21 inch, tape, DVD, setrika, kompor dan gas. Susy menduga pelaku tidak datang sekali dilihat dari banyaknya puntung rokok yang berserakan di lantai rumah.
"Semua ruangan diacak-acak. Surat-surat juga mungkin hilang tapi saya tidak tahu sudah males lihatnya, sepertinya tidak sekali mereka datang," jelas Susy.
Ketika ditanya mengenai apakah ada dugaan pelaku adalah orang dalam misalnya pembantu, Susy merasa tidak mungkin karena pembantunya sudah lama pindah. Susy tidak bisa memprediksi berapa kerugian yang dialaminya karena banyak barag antik yang tak ternilai harganya.
"Ngga tahu berapa ya. Barang-barang antik itu ngga tahu nilainya berapa," paparnya.
Polisi sudah melakukan olah TKP dan mengambil sidik jari para pelaku."Katanya polisi pernah menangkap perampok di komplek sekitar. Nanti di cek sidik jarinya sama atau tidak," kata Susy. (mpr/mok)











































