Seperti dilansir Reuters, Kamis (6/1/2010), pihak United Airlines pun terpaksa menjelaskan kecerobohan pilot ini kepada publik. Jubir maskapai itu mengaku ada keteledoran dalam penerbangan United Airlines dari Chicago, AS ke Frankfurt, Jerman pada Senin (3/1) kemarin.
"Pada saat turbulence ringan, kru di kokpit minumannya tumpah, menyebabkan masalah peralatan komunikasi pesawat," kata Jubir United Airlines Rahsaan Johnson.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilot lalu membenarkan frekuensi transponder untuk memberitahukan Air Traffic Control (ATC) bahwa ada masalah dalam alat komunikasi. Nah, rupanya tombol peringatan pembajakan pesawat terpencet.
Johnson mengatakan, kru tetap berkomunikasi dengan ATC dan memutuskan untuk mendarat di Toronto, Kanada. Penumpang pun diterbangkan pulang dengan pesawat lain ke Chicago.
Makanan dan akomodasi, tentu menjadi tanggung jawab maskapai. Kasus ini pun menjadi perhatian otoritas penerbangan federal FAA.
(fay/asy)










































