Hal ini diungkapkan Patrialis sebelum mengikuti rapat Paripurna Kabinet, di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (6/2/2011). Dia ditanya seputar data di dalam paspor, termasuk soal tanda tangan pejabat imigrasi pada pasor.
"Paspor itu sudah ketahuan semua isinya palsu. Semua tidak ada di sana, itu di luar Kantor Imigrasi Jakarta Timur," ujar Patrialis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Patrialis mengatakan, sistem yang ada di kantor imigrasi saat ini sudah baik. Namun permasalahannya, ada oknum yang dapat memanfaatkan sistem tersebut.
"Kalau sistemnya baik tapi kalau ada oknumnya, sistemnya bisa kalah. Nah, oknum ini yang mau kita bersihkan. Oknum ini bagian dari sistem mafia," sebut Patrialis.
Patrialis menambahkan, Gayus tidak mungkin berpergian dengan paspor seperti itu. Patrialis meyakini ada kerja sama dengan oknum sehingga Gayus bisa lolos.
"Semua pasti ada yang menerima sanksi, karena tidak mungkin orang yang menggunakan paspor seperti itu bisa lolos dengan begitu saja kalau tidak bekerjasama," tambahnya.
Pak ada pengamat yang bilang sebaiknya menterinya yang bertanggung jawab mundur saja?
"Yang ngomong mau gantiin nggak? Tidak mudah mengelola negara ini. Jadi tolong sabar, pokoknya kita sudah terbukalah," jawab Patrialis sambil tertawa.
(ddt/fay)











































