Keluarga Bung Hatta Duga Lukisan Basoeki Abdullah Hilang Antara April-November

Keluarga Bung Hatta Duga Lukisan Basoeki Abdullah Hilang Antara April-November

- detikNews
Kamis, 06 Jan 2011 14:35 WIB
Keluarga Bung Hatta Duga Lukisan Basoeki Abdullah Hilang Antara April-November
Jakarta - Keluarga Bung Hatta yakin kalau lukisan 'Cah Angon dan Kerbau' karya Basoeki Abdullah hilang dan diganti dengan yang palsu. Keluarga menduga lukisan asli itu hilang dan diganti dengan lukisan palsu antara April-November 2010.

Menantu Bung Hatta, Sri Edi Swasono mengatakan, pada April 2010 dirinya tak melihat ada keanehan di lukisan tersebut. Namun pada bulan November 2010, saat Sri Edi dua kali rapat di rumah itu, dia melihat ada sesuatu yang janggal di lukisan tersebut.

Keanehan itu terlihat dari gambar tanduk kerbau yang dinaiki penggembala. Kemudian kerbau kedua dan ketiga di lukisan palsu ini berbeda dibanding yang asli. Begitu juga burung yang ada di kerbau ketiga. Kaki penggembala yang seharusnya terlihat turun dari tanduk, di lukisan palsu, justru tidak tampak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bahkan saya bisa mengukur jarak buntut kerbau dan gambar bunga. Mata saya agak tajam kalau soal lukisan. Jadi saya menduga lukisan 'Cah Angon dan Kerbau' hilang antara April hingga November," ujar Sri Edi Swasono saat ditemui di kediaman keluarga Bung Hatta, di Jl. Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis (6/1/2011).

Setelah melihat adanya keanehan di lukisan tersebut, Edi kemudian meminta bantuan dua ahli untuk mengecek keaslian lukisan tersebut. Keduanya yakni Ir Haryono Guritno seorang ahli keris, lukisan, dan patung dan Agus Darmawan. Kedua ahli ini pun memastikan bahwa lukisan yang kini tetap terpasang di dinding di dekat lukisan Bung Hatta itu palsu.

"Mereka dua-duanya bilang lukisan itu palsu. Saya menduga pencuri sudah mempersiapkan sejak lama untuk memindahkan lukisan kanvas yang asli dengan yang palsu," jelas Edi.

Menurut Edi, keluarga dan pembantu tidak tahu siapa saja orang yang masuk ke rumah tersebut. Selama ini ruangan tempat dipasangnya lukisan jarang sekali dimasuki orang luar. Bahkan ruangan tersebut juga jarang dibersihkan pembantu.

Saat ditanya apakah keluarga mencurigai pembantu dalam kasus ini, Sri Edi membantahnya. "Oh.. kita nggak ke sana kecurigaannya," ujar dia.

Edi mengaku tidak ingat siapa saja pembantu yang diberhentikan antara Mei hingga November. Namun, setahu dia, ada dua orang pembantu yang pernah keluar dari rumah. Namun Sri Edi tak pernah mencurigai orang tersebut sebagai pelakunya.

"Saya tidak ingat tapi ada yang keluar itu antara 2 orang tapi kita tidak bisa mencurigai itu," ungkapnya.

Sementara itu, seorang pembantu rumah tangga yang sudah bekerja selama 40 tahun di keluarga Bung Hatta, Atik mengatakan, selama bulan April memang ada pembantu yang keluar masuk. Pembantu ini rombongan sekeluarga. Tapi Atik mengaku tidak mengingat nama mereka.

"Karena saya jarang di sini juga. Ya kalau Bu Mutia butuhkan saya, saya ke sana. Kalau Bu Hilda butuh saya, saya juga ke sana. Jadi saya nggak tidak tiap hari di sini," kata Atik.

Menurut Atik, pembantu sekeluarga ini berasal dari Ujung Kulon. Namun Atik juga jarang ngobrol dengan mereka karena tidak mengerti bahasa Sunda yang sering mereka gunakan dalam sehari-hari. "Karena mereka orang Sunda dan saya kadang nggak ngerti omongannya mereka apa," jelasnya.
(gus/asy)


Berita Terkait