"Reshuffle itu sepenuhnya kewenangan presiden. Namun semua langkah politik tentu ada konsekuensinya. Mengurangi menteri portofolio parpol akan mempersulit dukungan parlemen terhadap kebijakan pemerintah," ujar Wasekjen DPP PPP, M Romahurmuzy kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (6/1/2011).
Menurut Romi, kondisi koalisi saat ini saja rentan perbedaan pendapat di DPR. Jika presiden mengurangi menteri dari sejumlah parpol, dikhawatirkan koalisi akan semakin semrawut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PPP bahkan menilai reshuffle kabinet justru belum tentu membuat kabinet makin efektif. Sebaliknya, reshuffle hanya akan menuai penyesalan setelah perjalanan waktu.
"Dimengerti positif seperti apa pun oleh pengurus partai di tingkat pusat, dikuranginya menteri parpol di antara kader-kader hanya dimaknai negatif. Karenanya, jika kemudian hal tersebut menjadi kontraproduktif bagi peningkatan kinerja kabinet, jangan pernah disesali," tandasnya.
(van/mad)











































