Ribuan Warga Sleman Desak DPRD Dukung Penetapan

Ribuan Warga Sleman Desak DPRD Dukung Penetapan

- detikNews
Kamis, 06 Jan 2011 14:14 WIB
Yogyakarta - Ribuan warga Sleman dari berbagai elemen mendatangi gedung DPRD Sleman. Mereka mendesak agar DPRD Sleman memberikan dukungan proses pengisian jabatan gubernur dan wakil gubernur DIY dengan penetapan bukan pemilihan.

Aksi itu digelar saat dewan menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) DPRD Kabupaten Sleman di Gedung DPRD di Beran Sleman, Kamis (6/1/2011). Dalam aksi itu, empat perwakilan elemen memaparkan pandangan mengenai masalah Rancangan Undang Undang Keistimewaan (RUUK) Yogyakarta.

Sidang terbuka itu dipimpin langsung ketua DPRD Sleman, Koeswanto didampingi seluruh wakil ketua DPRD. Turut hadir dalam sidang terbuka itu Wakil Gubernur DIY Paku Alam IX, Bupati Sleman Sri Purnomo dan Wakil Bupati Yuni Satiya Rahayu. Sedangkan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X sedang ada tugas ke Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari buku hadir yang disediakan Sekretariat Dewan, hampir seluruh anggota hadir dalam sidang itu. Dari 8 anggota Fraksi Demokrat (FD) hanya 1 orang yang hadir yakni Rini Hapsari. Sedang tujuh anggota dari fraksi tersebut tidak tampak di ruang sidang utama.

Dalam pemaparannya, empat wakil masyarakat yakni Paguyuban Dukuh Sleman (Cokro Pamungkas), Paguyuban Lurah Sleman (Suryo Ndadari), Paguyuban Suporter Slemania dan Asosiasi Rakyat Terlatih menyatakan dukungannya terhadap penetapan dalam pengisian jabatan gubernur dan wakil gubernur DIY.

"Kami akan mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa tidak ada pemilihan gubernur. Pengisian jabatan gubernur dan wakil gubernur dengan penetapan yakni Sri Sultan Hamengku Buwono dan Sri Paduka Paku Alam yang bertahta," kata Sukiman Hadi Wijoyo juru bicara Cokro Pamungkas.

Menurut Sukiman saat ini ada upaya-upaya yang dilakukan pihak-pihak yang tidak setuju penetapan dengan mengiming-imingi sesuatu agar mendukung pemilihan. Oleh karenanya, pihaknya bersama Satgas Penetapan akan terus memberikan pengawasan di masyarakat agar tidak terjadi praktek money politik.

"Praktek-praktek seperti ini yang harus kita cegah jangan sampai ada money politik," katanya.

Usai mendengarkan masukan dari warga masyarakat, rapat dengar pendapat kemudian diganti menjadi sidang istimewa yakni mendengarkan pendapat dan sikap masing-masing fraksi mengenai keistimewaan Yogyakarta. Pandangan fraksi dimulai dari Fraksi PDIP, Fraksi PKB, Fraksi PAN, Fraksi Golkar, Fraksi PPP, Fraksi PKS dan terakhir Fraksi Demokrat.

Selema sidang terbuka berlangsung, depan jalan utama di depan gedung DPRD ditutup dan dijaga aparat Polres Sleman. Ratusan aparat Polres Sleman dan Polda DIY disiagakan di sekitar Kota Beran Sleman. Dua buah mobil Baracuda disiapkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

(bgs/nwk)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads