"Kami berikan data manifes sesuai permintaan yaitu 1 April hingga 4 November 2010," kata General Manager Corporate Communication Indonesia AirAsia Audrey Progastama P, kepada detikcom, Kamis (6/1/2011).
Menurut Audrey, permintaan itu disampaikan lewat surat resmi yang dikirim oleh Satgas tanggal 3 Januari 2011. Salah satu poin khusus yang diminta adalah data penumpang penerbangan tanggal 30 September jurusan Jakarta-Singapura. Pada tanggal itu, pria yang mirip Gayus terlihat oleh seorang wanita bernama Devina yang kemudian menuliskan pengalamannya tersebut di surat pembaca Kompas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang diminta Satgas adalah data 30 September yang dilaporkan oleh Ibu Devina. Selain itu, diminta juga data seluruh jurusan," tegasnya.
Sekretaris Satgas Denny Indrayana sebelumnya mengatakan, data Gayus ke Singapura sudah dia ketahui dari Menkum HAM Patrialis Akbar. Dia juga mengaku sudah mendapat data dari AirAsia.
Di tempat terpisah, Patrialis juga sudah mengumumkan kalau pria yang menggunakan paspor Sony Laksono pernah tercatat menggunakan maskapai AirAsia. Pria yang diduga sebagai Gayus tersebut pulang ke Jakarta lewat maskapai itu pada 2 Oktober 2010.
(mad/asy)










































