"Saya dapat laporan Sony Laksono dari Singapura ke Indonesia dengan pesawat Air Asia pada 2 Oktober," kata Patrialis Akbar di Gedung Kemenkum HAM, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis (6/1/2011).
Namun Patrialis mengaku tidak mengetahui mengapa dia bisa sampai ke Singapura. "Kami tidak tahu, mungkin dia hanya transit," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Gayus memakai identitas Sony Laksono saat terbang ke Bali awal November 2010. Kemudian terkuak Sony Laksono juga pernah ke Macau dan Kuala Lumpur. Paspor Sony Laksono menggunakan foto Gayus mengenakan wig dan berkacamata, sama seperti foto dirinya yang tertangkap kamera saat nonton tenis di Bali.
Paspor itu menggunakan nomor paspor untuk seorang anak kecil, Margareta, yang batal membuat paspor. Patrialis menegaskan, nomor paspor itu asli. Hanya nama saja yang kemudian diganti dengan nama Sony Laksono, sehingga Gayus pun bisa melenggang dengan mudah ke luar negeri.
Patrialis pun mengaku sistem pembuatan paspor memang belum sempurna. Pihak Itjen Kemenkum HAM masih terus menyelidikinya. (nal/fay)










































