"Dia pembantu, pernah dikeluarkan karena ada barang-barang hilang di rumah. Tapi belum sampai ke lukisan waktu itu," kata putri Bung Hatta yang tinggal di rumah tersebut, Halida Hatta, kepada detikcom, Kamis (6/1/2010).
Pembantu tersebut sudah bekerja cukup lama di rumah Bung Hatta. Bahkan dia juga sempat menjadi orang kepercayaan keluarga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nggak bisa sejam-dua jam, pasti lama," tambah Halida.
Meski curiga, Halida tidak mau buru-buru menghakimi sang pembantu tersebut. Dia menyerahkan segala sesuatu yang berhubungan tentang penyelidikan ke polisi.
"Karena kita tidak melihat langsung juga dan karena kejadiannya sudah lama," tegasnya.
Polisi sebelumnya juga sudah membidik orang dalam dalam kasus raibnya lukisan Basoeki Abdullah. Seorang pembantu rumah tangga laki-laki diduga menukar lukisan senilai Rp 6 miliar tersebut dengan lukisan palsu.
Meski begitu, polisi tidak bisa mengecek sidik jari di lukisan palsu tersebut karena sudah lama. Kemungkinan sidik jari sudah hilang. Lukisan juga dipasang di lantai bawah. Sedangkan keluarga tinggal di lantai atas.
Sri Edi Swasono, menantu Bung Hatta, pada November 2010 melihat ada kejanggalan di lukisan itu. Setelah berkonsultasi dengan sejumlah kurator seni dan memastikan lukisan itu palsu, bersama istrinya, Meutia Farida Hatta Swasono, diaย lapor polisi.
Edi dan istrinya melapor ke Polsek Metro Menteng Jakarta Pusat dengan Surat Tanda Bukti Lapor Nomor: 474/K/XII/2010/SEK MT, pada hari Senin tanggal 27 Desember 2010.
Lukisan Basoeki Abdullah itu menggambarkan tiga ekor kerbau. Di salah satu kerbau bertengger penggembala bertopi caping dan bertelanjang dada. Seorang penggembala bercaping lainnya juga tampak dalam lukisan tersebut.
(mad/nrl)











































