"Kita sudah cari ke tempat penjualan barang antik. Tapi tidak ada," ujar Kapolsek Menteng AKBP Djuwito Purnomo saat dihubungi wartawan, Kamis (6/1/2011).
Djuwito memperkirakan lukisan asli Basoeki Abdullah tersebut sudah berada di luar Jakarta. Namun polisi tetap akan mencari lukisan tersebut dan pelakunya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apakah dijual ke kolektor seni? "Kita belum ada arah ke sana," jawab Djuwito.
Pada April 2010, menantu Bung Hatta, Sri Edi Swasono, yang menetap di rumah yang berbeda, masih melihat lukisan berukuran 230 cm x 80 cm itu. Namun pada November dia melihat ada kejanggalan. Setelah berkonsultasi dengan sejumlah kurator seni dan memastikan lukisan itu palsu, bersama istrinya, Meutia Farida Hatta Swasono, dia lapor polisi.
Edi dan istrinya melapor ke Polsek Metro Menteng Jakarta Pusat dengan Surat Tanda Bukti Lapor Nomor: 474/K/XII/2010/SEK MT, pada hari Senin tanggal 27 Desember 2010.
Lukisan Basoeki Abdullah itu menggambarkan tiga ekor kerbau. Di salah satu kerbau bertengger penggembala bertopi caping dan bertelanjang dada. Seorang penggembala bercaping lainnya juga tampak dalam lukisan tersebut.
Polisi saat ini mencurigai pembantu keluarga Hatta yang mengganti lukisan asli tersebut dengan yang palsu. Keberadaan pembantu laki-laki itu pun masih dicari hingga ke Jateng. Pembantu ini juga menjadi buron di Polres Jaktim dengan kasus yang hampir sama.
(gus/nrl)










































