"Lukisannya sudah diganti palsu, tapi katanya kalau bingkainya asli," kata salah satu pekerja di rumah proklamator Bung Hatta di Jalan Diponegoro 57, Jakarta Pusat, Kamis (6/1/2011).
Namun pekerja yang sudah bekerja puluhan tahun di rumah yang kini dihuni putri bungsu Bung Hatta, Halida Hatta, itu tidak mau berkomentar banyak. Dia langsung menjauh saat wartawan mulai menanyainya macam-macam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lukisan yang diduga kuat palsu itu kini masih terpajang di ruang tamu rumah peninggalan zaman kolonial itu. Lukisan berwarna dominan coklat itu bersebelahan dengan lukisan Bung Hatta.
Menurut seorang pekerja lainnya, rumah itu hampir selalu sepi di siang hari hingga malam. Halida yang tinggal di rumah itu bekerja di sebuah stasiun televisi sejak pagi hingga malam. Di rumah hanya beberapa pekerja rumah tangga yang sering kali menghabiskan waktu di belakang.
"Kalau pagi sampai malam memang Ibu tidak ada," kata pekerja itu.
Sebelumnya, Halida Hatta kepada detikcom menyatakan, dia melihat lukisan itu berubah warna sejak 2007. Pada 2010, kakak iparnya, Sri Edi Swasono, juga mencurigai keaslian lukisan berukuran 80 cm x 230 cm itu.Β
Keluarga Bung Hatta telah menghubungi berbagai pihak untuk memastikan bahwa lukisan bergambar gembala dan kerbau itu palsu. Keluarga membandingkan lukisan yang sekarang bertengger di rumah Bung Hatta dengan foto-foto lama. Keluarga Hatta lalu melaporkan ke Polsek Menteng pada 27 Desember 2010.
(ken/nrl)











































