"Kita mencurigai salah satu pembantunya, laki-laki," kata Kapolsek Menteng AKBP Djuwito Purnomo saat dihubungi wartawan, Kamis (6/1/2011).
Djuwito mengatakan, lukisan ini tidak diketahui kapan hilangnya. Keluarga baru sadar lukisan itu palsu pada tanggal 14 November 2010. Kasus ini pun baru dilaporkan ke Polsek Menteng pada 27 Desember 2010. Polisi kemudian memeriksa pihak keluarga Edi dan beberapa orang pembantunya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Wah itu sudah lama dan rumah itu juga kosong. Ibu Meutianya tinggal di tempat lain. Ada keluarga tapi tinggal di atas. Sementara lukisannya ada di bawah," jelasnya.
Pada April 2010, menantu Bung Hatta, Sri Edi Swasono, yang menetap di rumah yang berbeda, masih melihat lukisan berukuran 230 cm x 80 cm itu. Namun pada November dia melihat ada kejanggalan. Setelah berkonsultasi dengan sejumlah kurator seni dan memastikan lukisan itu palsu, bersama istrinya, Meutia Farida Hatta Swasono, diaย lapor polisi.
Edi dan istrinya melapor ke Polsek Metro Menteng Jakarta Pusat dengan Surat Tanda Bukti Lapor Nomor: 474/K/XII/2010/SEK MT, pada hari Senin tanggal 27 Desember 2010.
Lukisan Basoeki Abdullah itu menggambarkan tiga ekor kerbau. Di salah satu kerbau bertengger penggembala bertopi caping dan bertelanjang dada. Seorang penggembala bercaping lainnya juga tampak dalam lukisan tersebut.
(gus/nrl)











































