"Jalannya hancur total, banyak mobil yang tersangkut di jalan itu karena lubangnya yang sangat dalam," kata Heru Christiono Amari, salah seorang pengguna jalan kepada detikcom, Kamis (6/1/2011).
Heru menjelaskan, jalan sepanjang 15 kilometer ini berlubang sangat dalam. Banyak bus dan truk yang melewati jalan ini patah as. "Kalau hujan sudah seperti bubur jalannya," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Katanya mau diperbaiki kalau anggarannya turun 2011, tapi sampai sekarang belum ada langkah apa pun," katanya.
Petugas kepolisian berusaha mengurai kemacetan ini dengan mengarahkan kendaraan ke jalur alternatif. Ada dua jalur alternatif yang bisa digunakan untuk menghindari jalan rusak ini.
Alternatif pertama, melalaui jalur Selatan melewati Kudus, Tambak Romo dan Pati atau jalur Utara yang melewati Gembong dan Pati. Namun para pengemudi enggan melalui kedua jalur alternatif ini.
Jalur selatan ruas jalannya berliku-liku selain itu penerangan jalan ini juga sangat minim di malam hari. Rambu-rambu juga jarang sehingga sering membuat pengendara tersasar.
"Jalannya juga sempit sehingga truk dan bus sulit melewatinya," imbuh Heru.
Sedangkan jalur Utara, ruas jalannya naik turun dan juga sempit. Selain, itu para pengendara juga enggan menggunakan jalan itu karena waktu tempuhnya bisa lebih lama.
"Waktu tempuhnya bisa mencapai dua kali lipat kalau melalui jalur alternatif," tutup Heru.
(nal/vta)











































