"Sistem memang belum sempurna. Hukumnya wajib nomor paspor digunting kalau tidak digunakan. Sekarang kan Inspektorat sudah turun. Kalau terbukti (melanggar), petugasnya ya tidak ada ampun," kata Patrialis di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (6/1/2011).
Dikatakan dia, masalah Gayus merupakan pidana tersendiri. "Kami kan hanya mencekal paspor Gayus. Tetapi tiba-tiba ada paspor mirip Gayus, itu lain persoalan," ujar menteri asal PAN ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gayus memakai identitas Sony Laksono saat terbang ke Bali awal November 2010. Kemudian terkuak Sony Laksono pernah ke Macau dan Kuala Lumpur.Β Paspor Sony Laksono menggunakan foto Gayus mengenakan wig dan berkacamata.
Paspor itu menggunakan nomor paspor untuk seorang anak kecil, Margareta, yang batal membuat paspor.
Patrialis menegaskan, nomor paspor itu asli. Hanya nama saja yang kemudian diganti dengan nama Sony Laksono, sehingga Gayus pun bisa melenggang dengan mudah ke luar negeri.
(aan/nrl)











































