Lantas bagaimana tanggapan Menkum HAM Patrialis Akbar, atas isu ini?
"Kalian jawab sendiri saja," ujar Patrialis sambil tertawa, di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selata, Kamis (6/1/2011).
Menurut Patrialis, jika ada anak buahnya yang melakukan perbuatan tidak sesuai hukum adalah wajar. Patrialis menyatakan, jumlah anak buahnya yang melakukan penyimpangan sangat sedikit.
"Kami sendiri memiliki pegawai sebanyak 45 ribu orang, jadi kalau tidak semua bekerja dengan baik wajar. Kalau ada yang terlibat itu sedikit, yang baik masih ada," jelasnya.
Patrialis berjanji aka menindak anak buahnya yang melakukan penyimpangan. "Kan nggak semua buruk, yang baik masih ada, yang rusak kita pinggirkan," tutupnya.
Sebelumya, diberitakan Partai Demokrat (PD) meminta partai koalisi untuk bersiap-siap kehilangan menteri di kabinet.
"Kalau kami memandang memang diperlukan reshuffle kabinet untuk mengefektifkan pemerintahan. Partai koalisi harus menerima kalau menterinya direshuffle karena itu adalah hak prerogatif presiden," ujar anggota Dewan Pembina PD, Ahmad Mubarok, kepada detikcom, Kamis (6/1/2011).
(ddt/fay)











































