"Tahun 2010 saja, Ibu Megawati ke jalan ke beberapa puluh daerah," kata Ara, sapaan akrabnya, saat berbincang dengan detikcom, Kamis (6/1/2011).
Ara mengatakan, ia menjadi saksi langsung masih gesitnya Megawati bergerak ke daerah-daerah. Dia memaparkan, kampanye Megawati yang pernah diikutinya selama 2010 adalah di Sumut, Sumbar, Lampung, Jatim, Bali, Papua, Maluku, Sulsel, Sulut, dan Sultra.
"Saya menyaksikan sendiri beliau masih sehat," ujar anggota Komisi XI DPR ini.
Selain faktor kesehatan, kata Ara, yang lebih penting adalah popularitas Megawati di mataย masyarakat. Dia merujuk pada hasil survei Indobarometer Indonesia per September 2010 yang menempatkan Megawati pada posisi teratas dari sekian calon, yang dibolehkan undang-undang untuk maju pada Pilpres 2014.
"Survei itu independen dan dari lembaga yang terpercaya," ujarnya.
Ara meyakini, dukungan besar yang tergambar lewat survei itu akan dipertimbangkan oleh Megawati.
"Beliau akan maju kalau didukung rakyat. Sama sewaktu terpilih menjadi ketua umum kembali pada kongres di Bali. Seluruh kader di daerah menginginkan beliau, dan beliau bersedia," ujar Ara menambahkan pemimpin 2014 akan mengakhiri era politik pencitraan.
Sebelumnya, politisi senior PDIP yang juga suami Megawati, Taufiq Kiemas, mengatakan Megawati tidak akan maju lagi dalam Pilpres 2014. Meski belum menyebut nama, Taufiq mengatakan partainya akan memilih calon yang lebih muda untuk dimajukan.
(lrn/nrl)











































