PPP Tolak Kenaikan PT dan Penyempitan Dapil

PPP Tolak Kenaikan PT dan Penyempitan Dapil

- detikNews
Kamis, 06 Jan 2011 06:34 WIB
Jakarta - Ketua Umum PPP Suryadharma Ali menegaskan, partainya menolak kenaikan parliamentary threshold (ambang batas parlemen) yang diwacanakan partai-partai besar dalam pembahasan RUU Pemilu DPR, DPD, dan DPRD. Alasannya, kenaikan PT bisa berimbas pada banyaknya suara yang hangus.

"PPP tetap berharap (PT) bisa 2,5 persen. Dengan 2,5 persen saja demokrasi sudah tidak
bulat, dia (suara) akan hangus saja. 16-18 Juta suara tidak terwadahi. Kalau naik menjadi 4 (atau) 5 persen yang dua kalinya saja, kira-kira berapa juta (suara) yang hilang. Itu kan tidak elok," kata Suryadharma.

Hal tersebut disampaikannya di sela-sela peringatan Harlah PPP ke-38 di kantor DPP PPP, Jl Diponegoro, Jakarta (5/1/2011) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, mengenai wacana penyempitan daerah pemilihan dalam pembahasan RUU yang sama, Suryadharma juga menegaskan partainya menolak itu.

"Semua ini manuver generasi politik dengan keterputusan historis. Karenanya PPP menolak upaya pengerdilan suara pemilih dengan manuver atas nama penyederhanaan demokrasi," kata Suryadharma.

(fjr/lrn)


Berita Terkait