Warga Pesanggrahan Protes Pembangunan Drainase Rusunami Terbengkalai

Warga Pesanggrahan Protes Pembangunan Drainase Rusunami Terbengkalai

- detikNews
Rabu, 05 Jan 2011 22:05 WIB
Jakarta - Warga Pesanggrahan di jalan Cenek II RT 5 RW 3 dan komplek Perwiran Angkatan Darat Kodam Jaya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, mengeluhkan terbengkalainya pembangunan drainase Rusunami Pesanggrahan. Sejumlah warga mendesak agar instansi terkait segera merealiskan janjinya untuk menyelesaikan pembangunan drainase tersebut.

"Janjinya 20 Desember 2010 sudah selesai. Tapi, sampai sekarang belum juga selesai, malah terbengkalai," kata Tedy, warga sekitar, Rabu (5/1/11).

Hingga kini, kondisi pembangunan drainase di Rusunami Pesanggrahan memprihatinkan. Beberapa cor beton tampak sudah tak terurus dan dibiarkan berantakan. Bahkan, ukurannya dianggap tidak ideal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Drainase dengan lebar dan kedalaman 1,2 x 1 meter yang terletak persis di depan rumah warga saat ini ditutup dengan triplek. Mereka khawatir saat hujan drainase ini tidak terlihat karena terendam air.

"Bahkan salurannya tidak ditutup, takutnya anak-anak lagi main bisa terperosok ke dalam selokan yang lumayan dalam itu," ujar Rini.

Rini juga mengeluhkan pembangunan drainase mengakibatkan halaman depannya rusak. Sampai saat ini, katanya, tidak ada inisiatif dari pembangunnya untuk mengganti. "Sama sekali tidak diganti, saya benerin sendiri," keluhnya.

Sementara, warga Komplek Kodam Jaya, menyayangkan sikap petugas P2B Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, yang tidak merespon terkait lambannya proses pembangunan Rusanami Pesanggrahan.

"Mereka hanya melihat-lihat saja tidak ada giatnya. Jika ingin membangun rusunami harus dibikin drainase yang bagus dong," protes warga Rt 1-5 RW 004 Komplek Perwira Angkatan Darat Kodam Jaya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Proses pengerjaan drainase, juga dikeluhkan para buruh. Sebab, mereka belum juga menerima gaji atas tenaganya. Padahal, menurut perjanjian seharusnya para buruh mendapat mendapat honor Rp 60 ribu per hari, termasuk lembur. Para pekerja berjumlah 18 orang.

Harmanto, 30, mengatakan, sudah dua bulan bekerja tapi hingga kini belum ada kejelasan. "Seharusnya, pada 20 Desember 2010, kami sudah menerima gaji, tapi sekarang belum juga dibayarkan," keluh pria asal Purwokerto.

Hal yang sama juga dikatakan Puji. Sambil menunggu gaji turun, ia terpaksa kerja serabutan dan menumpang hidup di rumah warga. "Untuk menyambung hidup kita kerja serabutan aja," tutup pekerja asal Cilacap ini.

Pihak pengembang, yang tidak ada di lokasi, belum bisa dikonfirmasi terkait masalah ini.

(did/lrn)


Berita Terkait