Karo Humas Pemprov Riau, Chairul Riski mengungkapkan hal itu dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (5/1/2011) di Pekanbaru. Menurutnya, sistem penyewaan mobnas ini sudah disetujui dalam anggarannya dalam ABPD tahun 2011.
"Jadi untuk tahun ini Pemprov Riau memberlakukan mobnas dengan sistem sewa. Tahun-tahun sebelumnya, untuk jatah mobnas dengan sistem pembelian. Namun dalam perhitungannya sewa mobil lebih menghemat anggaran," kata Chairul Riski.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan anggaran Rp 9 miliar ini nantinya untuk menyewa 200 unit mobil. Sistem sewa ini akan lebih menghemat anggaran dibanding dengan pembelian mobnas," kata Riski.
Riski menjelaskan, dari pengalaman yang sudah ada, jatah mobnas di tangan pejabat sering susah untuk ditarik. Selalu ada saja pejabat yang susah untuk mengembalikan mobil dinas.
"Selain itu penyewaan mobil ini anggaran jauh lebih irit, khususnya soal dana perawatan. Jadi kalau mobnas disewa, kita tidak lagi menyediakan anggaran perbaikan mobil," kata Riski.
(cha/fay)











































