"Kita tidak pernah memberi satu jaminan bahwa unit kerja kita 100 persen baik," kata Patrialis usai mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (5/1/2010.
Patrialis mengaku telah banyak memecat pegawai di lingkungan Departemen Hukum dan HAM. Tak lama lagi dia akan mengumumkan total pegawai yang dia copot lantaran melanggar disiplin kepegawaian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditanya dari bagian mana saja, Patrialis tidak menyebut secara rinci. Namun dia mencontohkan telah memecat pegawai di lingkungan lapas karena terbukti ikut mengedarkan narkoba di penjara.
"Kalau di kementerian kita, SOP-nya jelas, kalau melanggar administrasi ya kita tindak secara administrasi, kalau pidana ya kita tindak secara pidana," ujarnya.
Patrialis berjanji, secara kontinyu, dirinya akan melakukan perubahan di bidang penegakan hukum. Hal ini sesuai dengan amanat yang diberikan oleh Presiden kepadanya.
"Amanat Presiden jelas, kita secara terus menerus melakukan perubahan di bidang penegakan hukum," tutup Patrialis.
Depkum HAM kembali mendapat sorotan miring akhir-akhir ini lantaran dua hal. Pertama soal 'joki' napi yang terjadi di Bojonegoro, Jawa Timur. Kedua, beredarnya paspor bergambar orang yang mirip Gayus Tambunan namun berganti nama menjadi Sony Laksono.
(anw/rdf)











































