"Ini zaman sosial media dan twitter efektif menyebarkan informasi. Dalam memberantas mafia hukum kita harus berpikir thinking out of the box," kata Denny di Jakarta, Rabu (5/1/2011).
Dia menjelaskan, twitter hanya alat. Di negara maju, seperti AS, Presiden Obama tidak sungkan membagi data lewat twitter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Denny kemudian menjelaskan, data terkait Gayus tersebut dia dapat dari Menkum HAM Patrialis Akbar berdasarkan laporan Imigrasi.
"Jadi Satgas dapat data dari AirAsia soal nama Sony Laksono, kemudian di-share ke Pak Patrialis. Kita koordinasi untuk mengungkap mafia hukum," tambahnya.
Terkait kasus kepergian Gayus ke luar negeri ini, Denny tetap optimis kalau Gayus komitmen untuk memberantas mafia hukum dan mafia pajak.
"Saya sering kontak dengan Bang Buyung (Adnan Buyung Nasution), kita tetap fokus untuk bisa mengungkap mafia hukum dan mafia pajak," tutupnya.
Sebelumnya Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso menyayangkan tindakan Denny Indrayana yang membuka informasi paspor Sonny Laksono, nama samaran (Gayus) lewat twitter. Menurutnya, informasi tersebut seharusnya diserahkan Satgas langsung ke penegak hukum.
"Saya katakan saya apresiasi. Tapi prosedur ini tidak lazim, meski saya menghargai tapi aparat penegak hukum yang resmi akan terpukul. Dan itu adalah hebatnya Satgas, bisa Satgas mengambil oper semua tugas penegak hukum," sindir Priyo.
(ndr/vta)











































