"Salah satunya 24 September. Nah dari situ yang bisa kita lakukan penyelidikan lebih lanjut," kata Timur di Istana Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (5/1/2011).
Timur menjelaskan, keterangan keluarnya Gayus pada 24 September itu berdasarkan hasil pemeriksaan atas petugas Rutan Brimob yang menjaga Gayus kala itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Menkum HAM Patrialis Akbar menjelaskan pada 24 September, nama Sony Laksono yang dipakai Gayus untuk pergi ke Bali melenggang ke Macau. Dia kemudian kembali ke Jakarta pada 26 September. Dan pada 30 September, diketahui dia pergi ke Kuala Lumpur. Sementara, tanggal kembali ke Jakarta belum terlacak. Paspor Sony Laksono memakai foto Gayus mengenakan wig seperti yang terpergok di Bali awal November.
Menurut Patrialis, paspor itu semula dibuat untuk bocah 5 tahun bernama Margareta. Namun karena paspor tak juga diurus lebih lanjut, akhirnya nomor paspor yang telah diregistrasi itu digunakan oleh Sony Laksono.
Sony Laksono adalah nama yang digunakan Gayus Tambunan untuk terbang ke Bali pada awal November. Devina, seorang warga Depok, pada 2 Januari 2011 menulis surat pembaca di Kompas bahwa dia melihat pria mirip Gayus Tambunan pada bulan September.
Selama ditahan di Rutan Brimob Kelapa Dua, Gayus disebut-sebut 65 kali keluar masuk sel seusai sidang dengan menyetor sejumlah uang. Praktek kotor ini berakhir setelah kepergiannya ke Bali terkuak. Kini Gayus dipindahkan ke LP Cipinang, sedangkan mantan pengelola Rutan Brimob jadi pesakitan Mabes Polri. (ndr/asy)










































