"Lehernya dikunci, mulutnya disekap. Dia menempelkan alat setrum listrik ke leher dan punggung adik saya. Adik saya badannya sampai mati rasa dan lemas," kata Irsyad, kakak Irni saat dihubungi detikcom, Rabu (5/1/2011).
Menurut Irsyad, dengan sekuat tenaga, Irni kemudian berusaha memberontak dari perbuatan si pelaku. Namun Irni merasa tiba-tiba badannya mati rasa setelah disetrum. Dalam hati, Irni berdoa agar tidak terjadi apa-apa terhadap dirinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada saat itu adik saya berusaha memberontak, merangkak kabur. Dia lihat pelaku kayaknya frustrasi terus keluar toilet dengan santainya," jelasnya.
Tak mau pelaku kabur begitu saja, Irni pun kemudian berteriak. Saat itu, beruntung, masih ada seorang satpam yang masih berjaga di sekitar lokasi.
Penyerangan terhadap Irni terjadi pada Selasa (4/11/2011) sekitar pukul 23.10 WIB. Di malam itu, Irni datang ke Citos bersama sejumlah temannya untuk mengunjungi bazar. Begitu akan pulang, Irni mampir dulu ke toilet wanita diΒ lantai 1 dekat Cafe Soho. Dan saat di toilet itulah, Irni diserang, disekap, dan disetrum oleh seorang lelaki.
(gus/asy)











































