"Saya berangkat dari Serpong, naik dari Stasiun Sudimara. Biasanya 30 menit sudah sampai, tapi pagi ini telat sampai 4 jam," ujar Hena, salah satu penumpang KRL saat ditemui detikcom di Stasiun Palmerah, Jakarta, Selasa (5/1/2011).
Keluhan lain disampaikan Putri (19), mahasisiwi ini naik dari Stasiun Kranji ke Palmerah. Waktu tempuh yang biasa 30 menit, molor menjadi dua jam setengah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pantauan detikcom di Stasiun Palmerah pukul 10.00 WIB, penumpukan penumpang di Stasiun Palmerah sudah berkurang. Puncak penumpukan penumpang terjadi sekitar pukul 06.00 WIB hingga pukul 07.00 WIB. Stasiun Palmerah terletak satu stasiun sebelum Stasiun Tanah Abang.
"Sekarang sudah berkurang. Tadi itu karena ada gangguan sinyal, kereta dari Palmerah harus menunggu sekitar 1 sampai 2 jam sebelum ke Tanah Abang. Karena harus menunggu kereta yang di Tanah Abang berangkat dulu," ujar seorang petugas yang berjaga di Stasiun Palmerah.
Gangguan sinyal ini disebabkan trafo untuk mengatur sistem persinyalan dan wesel (alat yang digunakan mengubah arah rel bagi perjalanan KA) di Stasiun Tanah Abang korslet. Gangguan persinyalan menyebabkan semua rangkaian kereta dari Bekasi, Bogor dan Serpong, tidak bisa masuk ke Tanah Abang.
(rdf/vta)










































