Cuaca buruk di Bali terjadi pada pergantian tahun 2010 hingga awal bulan Januari. Hujan deras serta angin kencang yang melanda Bali mengakibatkan banjir dan tanah longsor di Bali Utara.
Sungai Saba, Buleleng meluap mengakibatkan dua orang tewas, yaitu warga Desa Titab Kadek Yudi Eka Setiyawan (32) dan Ketut Sempiran (60) hanyut diterjang banjir setelah jembatan yang mereka lintasi dengan sepeda motor diterjang banjir. Yudi ditemukan tewas dipinggir sungai sedangkan, mertuanya Sempiran belum ditemukan keberadaannya hingga kini.
Sementara itu, terjadi longsor di 14 titik di Desa Sepang. Akibatnya, lima unit rumah rusak akibat tertimbun longsoran dan belasan ekor sapi hanyut tersapu banjir. Gubernur Bali Made Mangku Pastika datang langsung ke lokasi untuk memberikan bantuan tanggap darurat.
Kepala Bidang Data dan Informasi Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah III Denpasar, Endro Tjahjono mengatakan cuaca buruk di Bali akibat tersapu ekor badai siklon di Australia. Selain Bali, badai di negeri Kangguru ini juga berimbas pada beberapa wilayah di Nusa Tenggara.
Pada 1 Januari 2011, tekanan rendah tropis di laut selatan Bali yang lebih dekat ke Australia berdampak pada Bali, khususnya di bagian Bali Utara. "Hujan lebat selama dua jam lebih bisa mengakibatkan banjir," kata Endro di kantornya, Jl Raya Kuta, Selasa (4/1/2011).
(gds/mad)










































