Jalur Magelang-Yogya Dibuka, Material Lahar Dingin Masih Menggunung

Jalur Magelang-Yogya Dibuka, Material Lahar Dingin Masih Menggunung

- detikNews
Selasa, 04 Jan 2011 18:19 WIB
Jalur Magelang-Yogya Dibuka, Material Lahar Dingin Masih Menggunung
Magelang - Jalur Magelang-Yogyakarta dibuka kembali dan sudah bisa dilintasi para pengendara baik dari arah Yogyakarta maupun dari arah Semarang. Namun, sampai sore ini ribuan material yang dibawa banjir lahar dingin masih menggunung di pinggir jalan.

Pemantauan detikcom, sebanyak tujuh ekskavator sampai saat ini masih dikerahkan untuk melakukan pembersihan di Jalan Raya Magelang-Yogyakarta. Ribuan warga dan pengendara juga masih berada di pinggir jalan menyaksikan material lahar dingin. Akibatnya, arus lalu lintas kendaraan menuju dan dari Yogyakarta tersendat.

Kasatlantas Polres Magelang AKP R Widianto kepada detikcom saat ditemui di sekitar jembatan Kali Putih di Dusun Gempol, Desa Jumoyo, Kecamatan Salam menghimbau kepada pemakai jalan untuk berhati-hati karena kondisi jalan masih sangat licin akibat bekas material banjir lahar dingin yang belum bersih betul.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Arus lalu lintas sudah berhasil kita buka siang tadi sehingga tidak lagi dialihkan. Maka kendaraan yang semula dialihkan akibat timbunan material lahar dingin kini langsung bisa menggunakan jalur utama Magelang-Yogyakarta," tegas Widianto.


Polres Magelang menerjunkan kurang lebih 125 personel polisi guna menjaga keamanan dan kelancaran lalu lintas di pinggir sepanjang 500 meter jalan Raya-Magelang. "Personel itu kami terjunkan untuk mengantisipasi adanya risiko bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di jalan raya. Selain adanya alat berat yang masih bekerja juga arus lalu lintas masih licin dan berdebu," tegas Kabag Opsnal Polres Magelang Kompol Juwarto.

Juwarto menyarankan agar ribuan warga tidak menjadikan bencana ini sebagai tontonan sebab bisa menggangu kelancaran arus lalu lintas. Apalagi banyak beberapa orangtua yang tega membawa anak-anaknya untuk sengaja menyaksikan dan menjadikan bencana ini sebagai barang tontonan.

(asy/asy)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini