Pemantauan detikcom, sebanyak tujuh ekskavator sampai saat ini masih dikerahkan untuk melakukan pembersihan di Jalan Raya Magelang-Yogyakarta. Ribuan warga dan pengendara juga masih berada di pinggir jalan menyaksikan material lahar dingin. Akibatnya, arus lalu lintas kendaraan menuju dan dari Yogyakarta tersendat.
Kasatlantas Polres Magelang AKP R Widianto kepada detikcom saat ditemui di sekitar jembatan Kali Putih di Dusun Gempol, Desa Jumoyo, Kecamatan Salam menghimbau kepada pemakai jalan untuk berhati-hati karena kondisi jalan masih sangat licin akibat bekas material banjir lahar dingin yang belum bersih betul.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polres Magelang menerjunkan kurang lebih 125 personel polisi guna menjaga keamanan dan kelancaran lalu lintas di pinggir sepanjang 500 meter jalan Raya-Magelang. "Personel itu kami terjunkan untuk mengantisipasi adanya risiko bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di jalan raya. Selain adanya alat berat yang masih bekerja juga arus lalu lintas masih licin dan berdebu," tegas Kabag Opsnal Polres Magelang Kompol Juwarto.
Juwarto menyarankan agar ribuan warga tidak menjadikan bencana ini sebagai tontonan sebab bisa menggangu kelancaran arus lalu lintas. Apalagi banyak beberapa orangtua yang tega membawa anak-anaknya untuk sengaja menyaksikan dan menjadikan bencana ini sebagai barang tontonan.
(asy/asy)










































