"Flyover di Pulogebang akan dibangun tahun ini. Di sana nanti akan dibuka pintu tol dan dibangun terminal. Berbarengan dengan dibukanya pintu tol, kita tunjang dengan jalan itu," jelas Kepala Bidang Jembatan Dinas Pekerjaan Umum, Novizal, kepada detikcom, Selasa (4/1/2011).
Menurut dia, tender flyover itu akan mulai dibuka pada 2011 ini. Anggaran pembangunan flyover tersebut adalah lebih dari Rp 100 miliar. Direncanakan pada 2012, jalan tersebut sudah bisa digunakan. Saat ini, pihak Dinas PU masih merampungkan revisi gambar desainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelak, saat Terminal Pulogebang sudah berdiri dan jalan layang selesai dibangun, waktu tempuh kendaraan akan semakin singkat. Jika semula waktu tempuh tol ke terminal bisa mencapai 30 menit, dengan jalan layang ini bisa memangkas banyak waktu, sehingga hanya perlu waktu 5 menit.
Dia menjelaskan, jalan layang nontol yang menghubungkan Jalan Antasari ke Blok M sudah tuntas tendernya mulai dari jalan naiknya, jalan layangnya, hingga jalan turunnya. Sedangkan jalan layang Kampung Melayu-Tanah Abang yang melewati ruas Casablanca di jalan naik dan turunnya belum beres ditenderkan.
Pembangunan jalan layang non-tol yang tengah dibangun yaitu jalan layang Antasari yang menghubungkan Antasari hingga ke Blok M sepanjang 5,5 km. Proyek ini menelan biaya sekitar Rp 1,3 triliun dengan ruas Pasar Inpres Cipete-Lapangan Mabak Blok M.
Sedangkan jalan layang Kampung Melayu-Tanah Abang dibangun sepanjang 2,3 km dengan ruas Jalan KH Mas Mansyur-Jl Prof Dr Satrio. Jarak antara tanah dengan jalan layang di atasnya akan dibuat setinggi 10-12 meter. Proyek ini diperkirakan menelan dana Rp 700-an miliar. Pada November 2012, proyek ini ditargetkan selesai.
Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) DKI Jakarta Ubaidillah dalam perbincangan dengan detikcom, Minggu (19/12) lalu menyampaikan, proyek jalan layang malah memotivasi pengguna kendaraan membeli kendaraan dan memotivasi untuk mengendarai kendaraan pribadi. Dengan jalan yang semakin luas ditambah transportasi massal yang tidak menarik, maka mereka tidak akan mau beralih ke moda transportasi massal.
(vit/fay)











































