"Kita menunggu dari masyarakat untuk membantu mengenali mayat tersebut sehingga bisa mengembangkan penyelidikan," kata Direktur Perairan Polda Metro Jaya AKBP Edion saat dihubungi detikcom, Selasa (4/1/2011).
Menurut Edion, bantuan masyarakat tersebut akan dapat memudahkan pengembangan penyelidikan guna mengungkap identitas dan penyebab kematian korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan dia, ciri-ciri korban beserta foto korban ke masyarakat luas agar bisa dikenali. "Termasuk, di daerah pelaut dan nelayan seandainya ada yang mengenali korban," ujarnya.
Edion mengatakan, apabila kroban adalah seorang pelaut atau nelayan, maka penyelidikan akan dimulai pada para pelaut dan nelayan yang berhubungan dengan korban sekitar 3 minggu lalu dengan menghitung kondisi mayat korban sejak saat tewas yang diperkirakan sejak beberapa minggu lalu.
"Mudah-mudahan, kita bisa secepatnya mengungkapkan kasus ini dan saat ini mayat berada di RSCM," kata Edion.
Kapal patroli Dit Polair Polda Metro Jaya menemukan mayat yang tenggelam di dalam air dengan kondisi leher korban terjerat pemberat pelampung di Pantai Carnaval, Ancol, Jakarta Utara, pada 30 Desember 2010.
Saat ditemukan, kondisi mayat sudah berwarna putih dengan kulit yang sudah mengelupas di seluruh tubuh dan tengkorak yang sudah rusak.
(fiq/aan)










































