Sekitar 200 ribu orang diperkirakan menjadi korban banjir yang melanda 22 kota di Queensland, Australia. Banjir tersebut telah menewaskan 10 orang.
Mewakili Presiden AS Barack Obama, Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Hillary Clinton menyampaikan ucapan dukacita untuk para korban.
"Atas nama Presiden Obama dan rakyat Amerika Serikat, saya menyampaikan belasungkawa saya atas jatuhnya korban jiwa dan kerusakan di Queensland yang diakibatkan banjir," kata Hillary dalam statemennya seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (4/1/2011).
"Kedutaan kami di Canberra tengah memonitor situasi dan telah melakukan kontak dengan otoritas Australia. Australia merupakan mitra penting dan teman dekat Amerika Serikat dan kami siap memberikan bantuan," ujar istri mantan Presiden AS Bill Clinton tersebut.
"Pikiran dan doa kami bersama semua orang yang terkena banjir ini, khususnya keluarga-keluarga korban, dan bersama seluruh rakyat Australia," tandas Hillary.
Banjir telah melanda 22 kota di Queensland sejak November lalu. Hingga hari ini Kota Rockhampton masih terendam banjir. Sekitar 500 orang telah dievakuasi dari rumah-rumah mereka di sepanjang Sungai Fitzroy, yang mengaliri Rockhampton. Banjir ini merupakan yang terburuk melanda Australia dalam beberapa dekade terakhir.
(ita/nrl)











































