Pelaku Kejahatan Incar ATM yang Sepi Pengamanan

Pelaku Kejahatan Incar ATM yang Sepi Pengamanan

- detikNews
Selasa, 04 Jan 2011 14:16 WIB
Pelaku Kejahatan Incar ATM yang Sepi Pengamanan
Jakarta - Hati-hati bila mengambil uang melalui ATM di tempat yang sepi. Pelaku kejahatan biasanya menggunakan modus tersebut untuk membobol ATM atau mengincar mangsanya di tempat yang sepi pengamanannya.

"Tentu mereka pilih (modus) yang resikonya lebih sedikit," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jakarta Kombes Baharudin Djafar di kantornya Jl Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (4/1/2011).

Baharudin mengatakan, ada perubahan modus kejahatan dalam pembobolan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Jika dulu marak terjadi perampokan mobil sekuriti pengangkut uang yang dilengkapi dengan pengamanan dari kepolisian, pelaku kini lebih mengincar mesin ATM yang tidak diawasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Fakta kejadiannya, mereka ke tempat-tempat yang sepi pengamanan," katanya.

Hal ini dinilai dapat mengurangi resiko tertangkapnya pelaku kejahatan oleh massa atau pun oleh petugas keamanan. "Kalau sepi pengamanannya, resikonya kan lebih kecil," katanya.

Dalam kasus seperti ini, tambahnya, pengamanan swakarsa sangat diperlukan untuk mencegah tindak kejahatan. Dengan adanya pengamanan swakarsa, kepolisian dapat terbantu.

"Pengamanan swakarsa ini penting, karena personel kita nggak cukup untuk menjaga semua ATM," tutupnya.

Pembobolan ATM akhir-akhir ini semakin marak. Sebuah ATM BNI di Alfa Midi Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada Minggu (2/1) dini hari lalu digondol kawanan maling. Uang sebanyak Rp 90 juta dibawa kabur para pelaku.

Sebelumnya, mesin ATM BRI yang terletak di perumahan Alinda, Bekasi pada Desember 2010 lalu juga dibobol pencuri. Pencuri berhasil membawa kabur uang sebesar Rp 114,1 juta di mesin ATM tersebut.

Pencurian lain yang dilakukan pencuri di tempat yang sepi pengamanan yakni membobol brankas di kantor-kantor. Di Depok, November lalu, brankas yang berisi uang ratusan juta milik Fakultas Keperawatan Universitas Indonesia digasak pelaku.

Brankas berisi uang sekitar Rp 1 miliar di gedung kantor Akademik Gizi Departemen Kesehatan di Jl Hang Jebat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Desember 2010 lalu dibobol pelaku.

(mei/gus)


Berita Terkait