Bengawan Solo Meluap, Warga Hilir Diminta Siaga

Bengawan Solo Meluap, Warga Hilir Diminta Siaga

- detikNews
Selasa, 04 Jan 2011 10:06 WIB
Solo - Sungai induk Bengawan Solo kembali meluap seiring dengan tingginya curah hujan di seputaran sungai anak-anak di kawasan hulu. Warga di kawasan hilir diminta waspada karena dimungkinkan banjir kiriman akan tiba di Bojonegoro. Apalagi akan diperparah dengan kemungkinan rob air laut.

Hujan mengguyur Solo dan sekitarnya sejak Senin malam hingga Selasa dinihari menyebabkan volume air yang masuk ke Bengawan Solo meningkat drastis. Anak sungai yang paling besar luapannya adalah Kali Dengkeng yang berhulu di kawasan lereng Merapi.

Hingga Selasa pagi, ketinggian air di pintu Jurug pada pukul 06.00 WIB mencapai 8,82 meter. Sedangkan pada pukul pukul 09.00 WIB tercatat 8,74 meter. Angka tersebut dari dasar sungai pada saat normalisasi sungai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam kondisi tersebut Bengawan Solo memasuki status Siaga III atau level tertinggi untuk kesiagaan bencana banjir. Pada kondisi itu telah terjadi back water atau aliran air kembali ke arah hulu anak-anak sungai sehingga menyebabkan luapan air.

Saat ini sejumlah pemukiman warga Kota Solo di kawasan bantaran sungai Bengawan Solo tergenang air hingga mencapai lebih dari satu meter. Ratusan warga dari berbagai kampung bantaran tersebut terpaksa mengungsi di tanggul atau daerah yang lebih tinggi. PMI Surakarta dibantu relawan saat ini sedang melakukan pendataan jumlah warga yang mengungsi.

Sementara itu Kepala Seksi Operasional dan Pemeliharaan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Ruhban Ruzziyatno, mengatakan meskipun ketinggian air semakin menurun dan cuaca di kawasan hulu dalam kondisi cerah, namun warga yang menghuni kawasan hilir Bengawan Solo tetap harus waspada.

Dijelaskannya bahwa air yang saat menggenang di Solo akan mengalir ke bawah dan dimungkinkan akan sampai di kawasan hilir di seputaran Bojonegoro pada sore hari nanti. Karena itulah warga di kawasan Bojonegoro dan sekitarnya diharapkan untuk mewaspadai banjir kiriman tersebut.

Dia memaparkan potensi banjir kiriman dari atas hanya dimungkinkan datang dari anak-anak sungai di kawasan hulu. Hal ini diketahui dari cuaca di kawasan tengah cukup cerah. Dikatakannya Bengawan Madiun yang merupakan salah satu anak sungai terbesar Bengawan Solo yang bertemu di Ngawi, saat ini dalam kondisi normal.

"Tapi ada faktor alam lainnya yang bisa memperparah, yaitu air laut pasang akibat bulan purnama. Dengan demikian banjir kiriman dari Solo dan sekitarnya akan bertemu dengan air laut yang pasang akan memperparah kondisi di kawasan hilir. Karenaย  itulah kami minta warga di kawasan hilir untuk mewaspadai," bebernya.

(mbr/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads