Hubungan Korsel-Korut mulai memanas setelah tenggelamnya kapal perang Korsel pada Maret 2010, yang menewaskan 46 orang. Lalu, terjadi tembakan artileri Korut ke Korsel pada bulan November berikutnya.
"Saya mengingatkan kepada Utara (Korut), bahwa jalan menuju perdamaian masih terbuka. Pintu untuk dialog masih terbuka," kata Lee dalam pidato tahun barunya, yang juga mencakup kebijakan ekonomi dan sosial, sebagaimana dikutip reuters, Senin (3/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setiap provokasi yang menimbulkan ancaman bagi kehidupan kita tidak akan ditoleransi," ujar Lee lagi.
Seoul juga mensyaratkan, dialog harus didahului dengan tindakan Pyongyang yang menunjukkan keseriusan untuk mengurangi ketegangan. Meski demikian, seorang analis percaya dialog itu benar-benar terwujud melalui six party talks.
"Pemerintah mengakui bahwa satu-satunya saluran realistis untuk dialog dengan Utara adalah perundingan enam-pihak," kata Baek Seung-joo, peneliti dari Institute Kajian Pertahanan di Korsel. (irw/lia)











































