Saat ini, sebuah alat berat diturunkan untuk melakukan proses evakuasi terhadap 50 warga yang masih berada di dalam rumah mereka menuju ke tempat yang lebih aman dari luapan banjir material lahar dingin. 50 warga yang mayoritas laki-laki itu terjebak di atap rumah mereka masing-masing yang berada pada jarak 500 meter dari jembatan Kali Putih.
"Banjir datang dengan tiba-tiba dan mereka langsung berupaya melarikan diri ke tempat yang lebih tinggi termasuk di atap rumah mereka masing-masing," ungkap Sardi, salah satu warga setempat yang telah berhasil dievakuasi kepada detikcom di sekitar jembatan Kali Putih, Senin (3/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lahar dingin juga menggenangi tiga jembatan yang menghubungkan antar desa di dua kecamata Salam dan Ngluwar. Ketiga jembatan yaitu adalah jembatan Glagah di Desa Sirahan, jembatan Gebayan di Desa Sirahan, Kecamatan Salam, dan Jembatan Sabrang Kali di Desa Blongkeng, Kecamatan Ngluwar.
"Tiga jembatan itu sudah tidak bisa dilewati lagi sebab dikawatirkan banjir membesar dan warga yang nekat lewat akan terseret arus banjir lahar dingin," ucap anggota tim SAR bernama Muslim.
Sebanyak tiga desa di dua kecamatan itu juga terisolasi dan warga tidak dapat keluar dari rumah mereka untuk beraktivitas.
Selain merendam puluhan rumah di sekitar Kali Putih, sebanyak 3 rumah yang berada di Desa Sirahan, Kecamatan Salam, juga ikut terendam material banjir lahar dingin setinggi kurang lebih 40 Cm. SMK Pertanian Negeri 1 Kecamatan Salam yang berada kurang lebih sejauh 1 Km juga ikut terendam. Bahkan, beberapa bagian kelas dan ruang praktek ikut juga rusak.
"Sampai saat ini masih terjadi banjir susulan. Bahkan sebuah SMK Pertanian Negeri 1 Salam juga ikut diterjang banjir. Sebagian ruangan rusak akibat terjangan material banjir lahar dingin," kata Masheng, salah seorang anggota Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jawa Tengah.
Sampai saat ini, jalur Semarang-Jogjakarta masih ditutup, sebab sepanjang jalan 500 meter jalan raya di Desa Jumoyo, Kecamatan Salam, Magelang tertutup oleh material banjir lahar dingin berupa batu-batu dan pasir bercampur lumpur.
(irw/lia)











































