"Nggak mungkin Gayus pakai paspor ganda karena kita menggunakan, sistem BCM (border control management)," ujar Patrialis kepada wartawan di kantornya, Jl Rasuna Said, Jaksel, Senin (3/1/2010).
Patrialis mengatakan, sampai saat ini dirinya belum mendapat laporan dari Ditjen Imigrasi mengenai kebenaran perginya Gayus tersebut. Menurutnya, sangat kecil peluang bagi Gayus untuk dapat ke luar negeri menggunakan identitas lain, seperti yang dilakukan saat menonton tenis di Bali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya dalam surat pembaca Kompas, Minggu 2 Januari 2011, seorang pembaca bernama Devina yang bertempat tinggal di Raffles Hills, Depok, mengaku melihat seseorang yang memakai wig dan kacamata mirip Gayus pada 30 September 2010 lalu, jauh sebelum kasus pelesiran Gayus ke Bali terungkap.
Saat itu dia hendak pergi ke Singapura menggunakan pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan QZ 7780. Dia menduga orang itu adalah Gayus setelah melihat ramainya pemberitaan Gayus pergi ke Bali dengan menyamar.
(fjr/mok)










































