"Kalau Bu Ani disandingkan sama siapa saja nggak ada masalah, asal partainya masuk tiga besar. Karena itu, saya condong wakilnya dari Golkar, bisa Pak Ical atau siapa orang birokrasi," kata Ruhut kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (3/1/2011).
Ruhut menuturkan, posisi PAN kurang menguntungkan apabila tidak masuk tiga besar di Pemilu 2014. Partai Demokrat membutuhkan pasangan pilpres dari parpol besar untuk memuluskan langkah Ani Yudhoyono menjadi Presiden.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apabila akhirnya Partai Golkar tidak berkeinginan duet bersama Ani Yudhoyono, Ruhut menuturkan, PD masih ada opsi untuk merangkul PDIP. Ruhut pun menyebut sejumlah sosok yang diincar saat ini.
"Kalau dari PDIP itu, kalau Ibu Ani ya wapresnya Pram atau Priyo. Kalau capresnya Anas ya wapresnya Puan," terang Ruhut.
Sebelumnya diberitakan Ketua DPP Golkar Priyo Budi Santoso menuturkan
kemungkinan Ani Yudhoyono maju pilpres bersama Hatta Rajasa terbuka lebar. Priyo bahkan menyebut pasangan ini sebagai pasangan yang menarik sebagai kombinasi antara Jawa-Luar Jawa.
(van/aan)











































