"Kampanye dini beberapa politisi tentang capres 2014 adalah sikap tidak peduli dan tidak mau tahu betapa sebagian besar rakyat yang saat ini lebih mengharapkan adanya kerja keras dan sungguh-sungguh dari para politisi untuk mengisi janji-janji kampanye mereka di tahun 2009," sentil anggota Majelis Tinggi PD, Amir Syamsuddin, kepada detikcom, Senin (3/1/2011).
Hal ini disampaikan Amir mengomentari sejumlah aksi politik Ical di tengah kesuksesan Timnas sepakbola Indonesia dalam laga piala AFF 2010.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seyogyanya tahun-tahun ini adalah tahun untuk bekerja dan serius mengamati apa sesungguhnya yang didambakan rakyat, dan bukan disodori hiruk pikuk wacana capres 2014," sarannya.
Amir menuturkan, PD menggunakan tahun 2011 untuk bekerja keras menjawab aspirasi rakyat. Karenanya PD belum memastikan siapa capres yang akan diusulkan oleh PD.
"Tahun tahun saat ini seharusnya adalah tahun kerja keras. Semakin jelas arahan SBY yang disampaikannya kepada aparat penegak hukum agar tidak tebang pilih dalam melaksanakan penegakan hukum," terangnya.
Amir kemudian menambahkan, agar tidak ada lagi parpol yang memusuhi Satgas
Pemberantasan Mafia Hukum. Menurutnya, Satgas dibentuk oleh Presiden dan partai koalisi harus mendukung upaya Presiden memperkuat penegak hukum
"Demikian pula penegasan akan masih diperlukannya kehadiran Satgas PMH seyogyanya tidak perlu dimusuhi dan minta dibubarkan kecuali oleh mereka mereka yang memang khawatir kedok kejahatannya terbongkar," tandasnya.
Sebelumnya kubu Ical sudah membantah kalau kunjungan timnas ke rumah Ketum Golkar bertujuan politis. Juru Bicara Keluarga Bakrie, Lalu Mara, mengatakan, kunjungan timnas ke rumah Ical hanya silaturahmi. "Kunjungan itu silaturahmi yang diinisiasi oleh PSSI, dan hal itu hanya sebagai ucapan terima kasih PSSI atas dukungan sumbangsih keluarga Bakrie kepada PSSI selama ini," urainya.
(van/rdf)











































