Senin (3/1/2011), pukul 09.00 WIB, suasana di shelter Busway terminal Tanjung Priok sudah mulai ramai dengan penumpang. Para penumpang membeli tiket busway seharga Rp 3.500 dan menyerahkan pada seorang penjaga pintu untuk bisa masuk ke dalam shelter.
Kondisi shelter busway di terminal Tanjung Priok sudah jauh lebih bersih dari sebelum beroperasi. Tidak ada ada lagi debu tebal yang menempel di dinding kaca, lantai yang bersih dan tidak ada pemulung yang menginap di dalam shelter itu.Β Sayangnya, shelter di terminal Tanjung Priok tidak dilengkapi dengan Air Conditioner (AC) dan hanya menggunakan kipas angin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bus sekali lagi berhenti sejenak di Jalan Enggano, Jakarta Utara dikarenakan sebuah truk trailer dan beberapa kendaraan roda dua harus masuk ke dalam pelabuhan Tanjung Priok.
Masuk ke jalan Yos Sudarso, Jakarta Utara, Busway kali ini harus keluar jalur beberapa meter kerena dua buah truk trailer masuk ke dalam jalur busway dan saat ini sudah berdekatan dengan shelter di depan kantor Walikota Jakarta Utara.
Selain truk trailer, beberapa kali terlihat kendaraan pribadi roda empat, metro mini dan sepeda motor berada di depan busway di sepanjang jalan Tanjung Priok menuju Cempaka Putih. Tidak ada petugas kepolisian yang menegur dan menindak kendaraan-kendaraan tersebut.
"Kok bisa masuk ke dalam jalur busway kendaraan lain, harusnya tidak boleh," celetuk Hasniyah (38) seorang karyawan swasta di Kelapa Gading.
Saat berbincang dengan detikcom, Hasniyah mengaku senang koridor X akhirnya bisa beroperasi di Tanjung priok karena menurutnya dengan menggunakan busway, akses ke daerah lain bisa dengan cepat dan hanya dengan sekali jalan.
"Janjinya sudah beberapa tahun yang lalu tapi baru bisa operasi sekarang," ujarnya.
Ibu dua orang anak ini sempat mempertanyakan kondisi busway yang ditumpangi. Saat pertama kali beroperasi, dirinya membayangkan sebuah mobil busway yang baru.
"Ini kan seperti mobil lama yang diperbaiki saja. Kalau begitu kenapa lama ya baru bisa beroperasi? Itu saja pintu mobilnya dipaksa ditarik kalau mau di tutup," kata Hasniyah sambil menunjuk pintu busway yang baru saja ditarik oleh seorang petugas.
Hasniyah kemudian harus turun di shelter Sunter Kelapa Gading, dan sebelum turun, Hasniyah sempat berkomentar agar shelter Terminal Tanjung Priok sebaiknya dipasangi AC.
"Jakarta Utara kan panas, harusnya di pasang AC dong di sana biar kita bisa adem kalau menunggu busnya," tuturnya.
Sebelum masuk ke daerah Jakarta Timur, melewati perempatan Cempaka Mas dan Pulo Gadung, terdapat sebuah shelter transit. Shelter transit tersebut akan menghubungkan dengan busway yang akan berangkat menuju daerah Jakarta Pusat seperti Harmoni.
Hingga sampai di PCG Cililitan, Jakarta Timur, masalah yang kerap muncul tetap saja tidak sterilnya jalur busway dari kendaraan lain.
(fiq/rdf)











































