"Pak Dirwan tidak dapat dihubungi sama sekali. Jujur saja, saya benar-benar khawatir dengan keberadaan dia, karena dia ke sini naik mobil," ujar kuasa hukum Dirwan, Muspani kepada wartawan di kantornya, Jl Wachid Hasyim, Senin (3/1/2011).
Muspani mengatakan, ia terakhir berhubungan dengan Dirwan pada Sabtu (2/1) yang lalu. Saat itu Dirwan mengatakan sudah berangkat dari Bengkulu Selatan menuju Jakarta menggunakan mobil.
"Pak Dirwan bilang mau berangkat. Dan kami sepakat bertemu pada hari Minggu kemarin. Namun sampai saat ini belum datang juga," tandas Muspani.
Kekhawatiran Muspani atas kondisi kliennya tersebut berdasar pada kondisi akses jalan dari Bengkulu ke arah timur yang disebutnya cukup rawan.
"Saya takutnya dia kecelakaan. Entah mogok atau apa saya belum tahu. Yang bikin saya khawatir dia tidak dapat dihubungi," terang Muspani.
"Ya kondisi pak Dirwan memang sedang sulit," sambung Muspani menerangkan alasan mengapa kliennya memilih naik mobil ke Jakarta.
Kedatangan Dirwan ke Jakarta sendiri untuk memberi penjelasan kepada media mengenai dugaan suap MK yang menyeret namanya. Di samping itu, Dirwan juga hendak melayangkan surat somasi kepada MK dan juga mencabut keterangannya kepada tim investigasi.
(fjr/lrn)











































