Sebuah sumber keamanan Mesir seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (3/1/2011) mengatakan, 10 orang lainnya yang sempat ditahan untuk ditanyai, kini telah dibebaskan.
Serangan bom bunuh diri itu terjadi di dalam gereja Kristen Koptik saat misa Tahun Baru pada Sabtu, 1 Januari lalu. Pejabat-pejabat Mesir, ada indikasi bahwa elemen-elemen asing berada di balik pengeboman tersebut. Peristiwa itu juga menyebabkan 97 orang terluka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden Amerika Serikat Barack Obama marah dan mengecam pengeboman tersebut. Dikatakan Obama, pelaku serangan tidak memiliki penghormatan pada hidup dan martabat manusia.
"Mereka harus dibawa ke pengadilan karena tindakan kejam itu," cetus Obama.
Departemen Luar Negeri AS juga mengeluarkan pernyataan mengutuk pemboman di Alexandria. "Departemen Luar Negeri terus mengumpulkan informasi mengenai tindakan yang keji ini," tutur juru bicara Mark Toner.
Sejauh ini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu. Namun sebuah kelompok di Irak yang terkait jaringan al Qaeda pada November lalu mengancam akan menyerang gereja Koptik Mesir.
(ita/nrl)











































