Tingkatkan Performa, KPK Harus Konsisten Pakai Kacamata Kuda

Tingkatkan Performa, KPK Harus Konsisten Pakai Kacamata Kuda

- detikNews
Senin, 03 Jan 2011 09:45 WIB
Tingkatkan Performa, KPK Harus Konsisten Pakai Kacamata Kuda
Jakarta - Stamina Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam memberantas korupsi di 2010 dinilai menurun oleh sejumlah kalangan. Untuk meningkatkan performanya, KPK harus konsisten menggunakan kacamata kudanya.

"Konsisten pakai kacamatau kudanya. Tidak perlu tengok kanan kiri. Kalau ada intervensi bermuatan politik, jangan hiraukan," ujar peneliti Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) UGM Hifdzil Alim dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (3/1/11).

Hifdzil menilai pada akhir 2009 yakni ketika Ketua KPK saat itu, Antasari Azhar, ditangkap terkait kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, kinerja KPK memang menurun. Penangkapan atas Antasari mempengaruhi kerja internal lembaga itu.

"Tidak lengkapnya pimpinan membuat KPK dalam fungsi penindakan tidak maksimal," sambung dia.

Hal itu diperparah dengan kasus yang menimpa dua pimpinan KPK Bibit S Riyanto dan Chandra Hamzah terkait kasus dugaan pemerasan. Apalagi keduanya sempat ditahan. KPK kemudian mengalami kenaikan kinerja penindakan dengan ditetapkannya 26 tersangka terkait kasus traveller's cheque.

"Di akhir-akhir 2010 diingatkan deponeering Bibit-Chandra. Juga soal pimpinan yang tidak lengkap, performanya menurun lagi. Dilihat dari jenjang waktunya memang naik turun (performanya)," tutur Hifdzil.

Terkait usulan mantan Ketua MPR Amien Rais agar 4 Wakil Ketua KPK diganti untuk mendongkrak performanya, Hifdzil kurang setuju. Usulan itu dinilainya sangat ekstrem.

"Seperti mobil, untuk mempercepat lajunya maka harus ganti ban. Itu sangat ekstrem. Ganti pimpinan menurut saya bukan solusi untuk memperbaiki kinerja," lanjut akademisi UGM ini.

Hifdzil berpendapat, yang paling penting bagi KPK adalah tidak masuk ke dalam lingkaran politik. Lambatnya penanganan kasus Century menunculkan kecurigaan indikasi barter di dalamnya.

"Century agak lambat di KPK saya pikir dibarter hak bebas Bibit-Chandra. KPK harus terus maju dengan tidak pikirkan efek politik atau persembahan politik dari kanan kiri. Saya yakin kalau konsisten sampai akhir kerja, grafik penindakan akan naik," kata dia.

Hifdzil berharap pihak luar seperti DPR, menteri, presiden maupun pelaku ekonomi agar tidak mencampuri kerja KPK.

"Kalau mau fair, pihak luar juga harus jaga jarak. Karena menurunnya kinerja KPK bukan disebabkan internal, tapi bisa jadi ada pihak luar yang sengaja ingin membuat KPK lemah," tutupnya.

Indonesia Corruption Watch (ICW) adalah salah satu pihak yang menyoroti kinerja KPK. Menurut ICW, menurunnya stamina KPK dalam pemeberantasan korupsi disebabkan kriminalisasi terhadap lembaga ini beberapa waktu lalu.

Sedangkan Ketua MPP PAN Amien Rais menilai pamor KPK mulai merosot. Hal itu antara lain beberapa kasus yang menjadi perhatian publik kurang ditangani dengan baik oleh KPK. Kasus kasus tersebut adalah kasus Bank Century, kasus Gayus Tambunan dan kasus IPO Krakatau Steel (KS). Karena itu, dia mengusulkan pergantian 4 Wakil Ketua KPK.

(vit/nrl)


Berita Terkait